oleh

Divonis 3 Tahun, Terdakwa Korupsi ‘Paka-paka Ombak’ tak Ditahan

Amurang, KOMENTAR – Tiga terdakwa perkara korupsi dinding penguat pantai Ranoyapo atau ‘paka-paka ombak’ dinyatakan bersalah oleh hakim. Ketiganya masing-masing, yakni Hendri Komaling, Steven Poluakan dan Chris Wenas dijatuhi hukuman kurungan badan selama tiga tahun.

Selain kurungan badan terdakwa juga dijatuhi denda Rp 50 juta dan subsidair 1 bulan. Sedangkan terdakwa atas nama Chris Wenas diberikan tambahan membayar uang pengganti. Namun sayangnya majelis hakim tidak langsung memerintahkan penahanan.

“Pada sidang tadi (hari ini, red) ketiga terdakwa masing-masing Hendri Komaling, Steven Poluakan dan Chris Wenas sudah divonis bersalah oleh hakim. Masing-masing dijatuhi kurungan badan selama tiga tahun. Ada juga hukuman tambahan. Tapi karena pada vonis tidak ada perintah segera ditahan, maka ketiganya belum menjalani masa hukuman,” terang Kasie Pidsus Kejari Minsel, Cornelius Heydemans SH, Kamis (16/05).

Juru bicara Pengadilan Manado Vincentius Banar SH MH membenarkan vonis yang dijatuhkan pada ketiga terdakwa. Menyangkut belum adanya perintah penahanan, karena memang ada mekanisme harus dilewati. “Kalau terpidana banding yang punya wewenang menahan Majelis Hakim Banding. Jadi kita masih berikan kesempatan baik pada terdakwa maupun jaksa untuk banding atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Kasie Intel Kejari Minsel Mohammad Pahlevi atas putusan hakim, jaksa belum ambil sikap. “Kami masih ada kesempatan selama tujuh hari untuk pikir-pikir. Apakah akan menerima ataukah banding,” tuturnya.

Kasus paka-paka ombak sendiri oleh Kejari Minsel dikatakan merugikan negara sebesar Rp 4,8 miliar. Nilai kerugian sama dengan nilai proyek. Alasanya lantaran proyek tersebut tidak sesuai peruntukkan anggaran. Selain itu juga terjadi kekurangan volume pada pekerjaan.(vtr)

 

Komentar

Terbaru