oleh

Pelaku Usaha Keluhkan Turunnya Daya Beli Masyarakat

Amurang, KOMENTAR – Sudah hampir dua tahun perekonomian di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menurun. Turunnya perekonomian dapat dilihat dari daya beli masyarakat yang merosot. Makanya, pelaku usaha kurang bergairah dan alami kesulitan.

“Memang sudah sekitar dua tahun ini terasa adanya penurunan dari daya beli masyarakat. Misalnya dulu sebelum krisis omset, kami bisa belasan bahkan puluhan juta per hari, kini syukur kalau ada yang terjual. Jelas kami kesulitan karena adanya modal tertahan,” terang Chein Maramis pada wartawan harian ini, Kamis (16/05).

Dia menduga turunnya daya beli masyarakat adalah dampak dari anjloknya harga kopra. “Mungkin ini dampaknya, karena memang mulai terasa saat kopra turun tajam. Begitu juga produk-produk perkebunan dan pertanian yang infonya ikut turun. Kami dari kalangan pengusaha retail paling terasa,” tutur pemilik toko di Amurang ini.

Begitu juga disampaikan oleh Vera yang juga pelaku usaha di Amurang. Diakuinya ada penurunan omset yang cukup tajam. “Lagi susah uang saat ini. Jadi kami selaku pengusaha harus pintar-pintar mengelola usaha kalau tidak ingin bangkrut,” tukasnya.

Begitu pula disampaikan pedagang pasar Amurang. Meski jumlah pembeli tidak alami banyak perubahan, tapi jumlah beli berkurang. Makanya di pasar saat ini juga masih lesu. Apalagi dengan harga-harga barang dagangan juga naik.

“Sudah cukup lama seperti ini. Kalau dulu kita bole jual sampe dua loyang ikan, sekarang satu loyang le susah. Pembeli sekarang jaga ba ukur kalo ba beli. Yah mungkin so sudah doi sekarang lantaran kopra turun,” aku Herman.(vtr)

Komentar

Terbaru