oleh

Gubernur Olly Diundang Jokowi Ikut Ratas

 Manado, KOMENTAR – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey SE diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) di Istana, Senin (15/07) kemarin. Hal ini membuktikan bahwa Provinsi Sulut dibawa kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (OD-SK) benar-benar mendapat perhatian sangat serius dari pemerintah pusat.

 

“Ya, Pak Gubernur Olly diundang Ratas di Istana,  membahas destinasi pariwisata dan terkait didalamnya, ” kata Wagub Drs Steven Kandouw kepada wartawan, Senin kemarin. “Hari ini, (kemarin, red) Pak Gubernur dipanggil ikut Ratas, karena Sulut sebagai super prioritas destinasi pariwisata di Indonesia,” tambah Wagub Kandouw.

Bahkan disaat rapat berlangsung, Wagub Kandouw mendapat telepon langsung Gubernur Olly.  “Pak Gubernur telpon saya untuk mendapatkan data tambahan yang lebih komprehensif,” sebut Kandouw.

Lanjut dikatakan Wagub, Presiden Jokowi melihat Sulut sebagai satu kesatuan provinsi bukan cuma Pulau Bunaken. Karena menurut Presiden, Sulut itu lengkap objek pariwisatanya. “Mau wisata kepulauan ada tiga kabupaten, mau wisata pegunungan ada, atau pinggiran laut. Jadi pembangunan pariwisata di 15 kabupaten/kota ini harus terintegrasi. Pak Presiden minta apa yang urgen. Misalnya, konektivitas darat laut dan udara. Dan, semua anggaran ditanggung oleh pemerintah pusat,” beber Kandouw.

Sebelumnya, usulan ke Presiden hanya perluasan Bandara Sam Ratulangi, kini sudah sampai ke Bolmong. “Bahkan juga infrastruktur landasan pendaratan kapal amphibi untuk menghubungkan pulau-pulau. Termasuk bus laut yang menghubungkan Manado, Manado Tua, Bunaken,” sebut Kandouw.

Kemudian untuk konektivitas darat, juga bukan hanya jalan tol Manado-Bitung, melainkan Airmadidi-Tondano, konektivitas jalan ringroad 3. “Juga revitalisasi sungai-sungai di Manado. Sampai masalah transportasi di Kota Manado. Semua dimasukkan, jadi lebih komprehensif,” sambung Kandouw lagi.

Hal ini menunjukkan keseriusan dan totalitas Presiden Jokowi untuk membangun Provinsi Sulut. “Apa yang disampaikan Presiden betul-betul diwujudkan dan direalisasikan. Janji Presiden tidak main-main dan sangat serius,” tandas Wagub.

DESTINASI PARIWISATA

Sebelumnya, saat Rapat terbatas (Ratas), Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk mengembangkan sejumlah destinasi pariwisata yang menjadi prioritas. “Saya sudah kunjungi beberapa daerah dan lihat langsung progres dan pengembangan destinasi wisata. Pertama saya pergi ke Mandalika, Danau Toba, Manado, Labuan Bajo. Saya nggak ke Borobudur karena sudah pernah bolak balik ke sana sudah tahu masalahnya,” kata Jokowi.

Jokowi menuturkan, setelah melakukan peninjauan ke sejumlah destinasi wisata tersebut, Jokowi pun menemukan sejumlah masalah di lapangan yang harus segera diselesaikan. Pertama yakni adanya masalah pengaturan dan pengendalian tata ruang, seperti di destinasi wisata Sulawesi Utara, Labuan Bajo, dan Danau Toba.

Selain itu, Presiden juga meminta agar jajarannya membenahi infrastuktur penghubung kawasan wisata, seperti terminal, bandara, runway, dermaga pelabuhan, dan lainnya. “Saya lihat misalnya di Labuan Bajo, Manado, ini semua perlu dibenahi secepatnya,” ujar dia.

Jokowi pun meminta menterinya agar segera menyelesaikan masalah-masalah tersebut pada tahun depan. Sebab, terdapat potensi besar pariwisata yang dapat menarik berbagai wisatawan baik mancanegara dan domestik.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar disediakan fasilitas layak bagi pengunjung di berbagai tempat wisata yang akan dikembangkan. Karena itu, ia menginstruksikan pemerintah daerah untuk turut melakukan pembenahan fasilitas-fasilitas umum.

Pengembangan pariwisata, lanjut Jokowi, juga perlu didukung dengan kemampuan sumber daya manusia yang baik. Sebab itu, Jokowi meminta agar diselenggarakan pelatihan terhadap para karyawan hotel, pedagang, dan masyarakat lainnya untuk meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan.

“Berkaitan produk yang ada di situ, berkaitan dengan pasar, pasar seni, kemudian budaya yang perlu ditampilkan. Banyak sekali yang masih perlu dikerjakan. Misal tarian budaya tradisi yang ada, dari sisi materialnya bagus tapi mohon ini di Bekraf beri suntikan di desain pakaian, kostum, dll,” ujarnya.

Jokowi meminta agar promosi destinasi wisata baru ini dilakukan secara besar-besaran. Sehingga masyarakat mendapatkan manfaat dari pengembangan destinasi wisata di daerahnya.

Usai ratas, Gubernur Olly mengapresiasi perhatian Presiden Jokowi atas pengembangan pariwisata Sulut. “Presiden Jokowi ingin mendengarkan secara langsung permasalahan di daerah masing-masing terkait percepatan pengembangan pariwisata. Provinsi sulawesi utara ingin mendatangkan turis sebanyak-banyaknya,” kata Olly.

Olly menuturkan, Pemprov Sulut akan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Likupang Kabupaten Minahasa Utara yang pernah dikunjungi oleh Presiden Jokowi belum lama ini. Tambah Olly, nantinya di Likupang akan dibangun untuk pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata di Sulut meliputi jalan dan pelabuhan jet. “Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata ini jika didorong oleh pemerintah pusat pasti akan mampu mendatangkan turis sebanyak satu juta pertahun,” beber Olly.

Diketahui, selain Gubernur Olly, hadir pula lima orang kepala daerah, yaitu Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata Arif Yahya, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.(mly)

 

 

Komentar

Terbaru