oleh

Hillary Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Manado, KOMENTAR. – Anggota MPR RI dari Fraksi Nasdem, Hillary Brigitta Lasut SH LLM, Sabtu (30/11) kemarin menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika bersama anak – anak millenil dan organisasi mahasiswa di ruang Paripurna DPRD Provinsi Sulut.

Dalam kesempatan itu, Hillary menjelaskan, dirinya lahir di Indonesia dan berdiri bagi bangsa Indonesia, membanggakan nama Indonesia sampai ke luar negeri. “Menurut saya hal seperti ini harus diperjelas dan diperkuat di dalam diri kita. Saya melihat, organisasi mahasiswa dan anak -anak millenial begitu sangat antusias, untuk membaca dan mengkaji bersama-sama,” katanya.

“4 pilar yang sebenarnya kita bisa sama-sama bertukar pikiran dengan mahasiswa dan organisasi masyarakat, maupun dengan masyarakat setempat untuk supaya bisa ke depannya sosialisasi 4 pilar dapat lebih baik dan dapat mengakomodasi aspirasi lebih dalam lagi soal penilaian dan kebangsaan dan wawasan,” jelasnya.

Hillary juga mengakui, sosialisasi empat pilar kebangsaan paling banyak mendapatkan komplain ketika sudah dilakukan oleh ribuan anggota dewan, namun tidak ada dampak yang signifikan. “Kalau mau dibilang mungkin dikatakan tidak efektif, sehingga dalam kesempatan ini saya memanggil organisasi mahasiswa yang sangat vokal di luar,” ujarnya.

Hillary juga mengharapkan kepada para peserta agar terus terlibat dalam pembahasan isu-isu strategis dalam masyarakat usai ikut sosialisasi empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Ini tentunya akan menjadi dasar untuk dibawakan. “Kedepannya kita boleh terus melaksanakan diskusi seperti ini, dalam materi-materi lebih strategis lagi dan lebih efektif,” ucapnya.

Lanjutnya, posisinya di sini sebagai anggota MPR dan memang karena itu, amandemen kelima ini, membuat MPR dinilai masyarakat mulai memasukkan doktrin-doktrin yang tidak menguntungkan masyarakat.”Saya tanya, apakah MPR ini masih layak untuk dipertimbangkan, jangan sampai karena hanya soal urutan amandemen Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang menurut saya juga tidak terlalu krusial,” tegasnya.

Katanya juga, kemudian kredibilitas ini harus dipertanyakan dalam masyarakat. “Sebisa mungkin dia akan mempertahankan dan menyuarakan supaya kesakralan dari MPR ini bisa terus dipertahankan sesuai dengan permintaan masyarakat,” ujarnya.(pra)

Komentar

Terbaru