oleh

Maesa FoS Jawara Liga Muda U12 Rayon Sulut

Sulut, KOMENTAR – Setelah mengalahkan Tim Maesa Sulut yang pernah menjuarai liga Indonesia KU 12, Maesa Football School (FoS), Minggu (01/11) kemarin akhirnya menjadi Jawara dalam Festival Sepakbola Liga Muda U12 Rayon Sulut di lapangan Kampus Unsrat Manado.

Berdasarkan data dan informasi, dalam partai Final Tim Maesa FoS mampu menahan imbang Tim Maesa Sulut dengan skor 0 : 0 setelah melewati 2 X 10 menit.
Sesuai regulasi yang dikeluarkan FOPSSI, pertandingan dilanjutkan dengan adu pinalti. Lewat drama adu pinalti, kedudukan berakhir 3 : 3. Setelah melewati coin dead, Maesa FoS diuntungkan untuk menendang pertama, jika penendang ke-4 menggetarkan gawang, maka hasil kemenangan akan berpihak pada club yang belum seminggu terbentuk ini.
Alhasil, Gabby Runtuwene yang dipercayakan sebagai algojo sukses melaksanakan tugasnya dan merobek jala penjaga gawang terbaik nasional dari Maesa Sulut. Maesa FoS pun menjadi Champion dan meraih tingkat ke Jakarta dan menyandang gelar sebagai Jawara Sulut dalam Festival Sepakbola Nasional Liga Muda U12 rayon Sulut di lapangan Kampus Unsrat Manado.

Mantan Kepala Sekolah Komentar Footbal Club (KFC) tahun 2003, yang juga merupakan club sepakbola usia dini pertama di Sulut, Alexander Daud mengungkapkan, kemenangan ini adalah mujizat dari Tuhan Yesus. “Dengan mengandalkan Tuhan Yesus, mujizat demi mujizat terus terjadi pada Maesa FoS sehingga boleh meraih jawara. Namun sebelum Maesa FoS meraih jawara di grup. Masuk semi final ketemu dengan Solimongo yang merupakan club Jawara asal Bitung. Beruntung kita menang 2:1 atas Solimongo. Padahal Maesa FoS sudah tertinggal 1:0,” ucap Alexander Daud yang kerap disapa Chule.

Tampil di final, Tuhan Yesus juga beracara. Dimana Maesa Sulut tim terkuat yang dimiliki nyiur melambai bisa di tumbangkan oleh tim Maesa FoS. “Menyebut namanya saja pasti para pemain sudah grogi duluan. Namun dengan pendekatan ke masing – masing pemain dan diiringi dengan doa, ternyata Tuhan Yesus menjawabnya dengan sempurna,” papar mantan Sekretaris Umum PBSI Sulut, juga menjadi formatur PP PBSI era Djoko Santoso yang kala itulah Panglima TNI.

Maesa FoS yang bermukim para pelatih berkelas, seperti Abris Janis, Rocky Pintoluli, Stenly Mandas, Ruddy Manumpil, Coach Piyu dan Coach Esau, diharapkan menggunakan tiket ke Jakarta. “Tadi sudah rapat pengurus dan orangtua. Dan telah disepakati, Maesa FoS akan ikut ambil bagian dalam iven yang digagas FOPSSI, 16 – 18 Desember 2019 ini. Jujur saja, hanya 3 pemain yg berusia 12 tahun, dan 6 pemain berusia 11 tahun. Tetapi akan dilengkapi menjadi 12 pemain sesuai regulasi. “Maesa FoS terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang suku dab ras. Silahkan saja mendaftarkan diri bagi anak berusia 6 – 9 tahun, ” ajak Chule.(***)

Komentar

Terbaru