oleh

Lansia GMIM : Jadikan Sulut Sebagai Daerah Ramah Lansia

Manado, KOMENTAR – Ketua Fungsional Lansia Sinode GMIM, Dra. Roosje Kalangi, M.Si meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk menjadikan Sulut sebagai daerah yang ramah lansia¬† Hal itu ditegaskan Kalangi pada rapat kerja pengurus Lansia Aras Jemaat, Wilayah, dan Rayon se- Sinode GMIM Tahun 2020 yang bertajuk “Mewujudkan Lansia, Sedi Gedung Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Jalan 17 Agustus, Manado, Jumat (14/2).

Rapat kerja yang diikuti sekitar 1400 orang pengurus aras jemaat, wilayah, rayon serta pengurus tingkat sinode itu diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Ketua Pendeta Emeritus GMIM, Pendeta Marthen Luhter Rindengan,S.Th. Turut hadir dalam kegiatan raker tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Mieke Pangkong, M.Si, Wakil Ketua BPMS GMIM Pendeta Dan Sompe, M.Th., MPdK, Sekretaris Departemen APP Sinode GMIM, Pendeta Frangky Kalalo, M.Th.
Kalangi mengatakan, usulan dan permintaan dari lansia GMIM kepada Pemprov Sulut adalah hal yang wajar dan mendesak agar dalam pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, pemerintah memberi perhatian kepada anggota masyarakat lansia.

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Mieke Pangkong, M.Si yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, merespons positif usulan dan rekomendasi kelompok fungsional lansia Sinode GMIM dan berupaya untuk mensinergikan dengan program-program yang dilaksanakan oleh Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Drs. Steven Kandouw. “Pemerintah ODSK memiliki komitmen yang tinggi terhadap lansia dengan gerakan sayangi lansia,”tegas Pangkong.

Dikatakan, dalam gerakan sayangi lansia, pemerintahan ODSK berupaya meningkatkan kualitas hidup lansia, mengupayakan pemenuhan hak, meningkatkan kesejahteraan dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap lansia.
“Mari kita bergandengan tangan untuk menyukseskan program ini sebab hal ini merupakan tanggung jawab bersama, tanggung jawab semua pihak, termasuk lembaga gereja,”tambahnya.

Dalam rapat kerja kelompok fungsional lansia tahun 2020 ini telah direkomendasikan beberapa hal yaitu lansia GMIM meminta pemprov Sulut menjadikan Sulut ramah lansia, mengusulkan kepada BPMS untuk mengingatkan BPMJ agar dapat membantu program fungsional lansia di jemaat dan mengikutsertakan pimpinan lansia dalam rapat majelis jemaat serta mengusulkan agar kelompok fungsional dapat diakomodir sebagai kelompok kategorial dalam sidang sinode istimewa tentang pembahasan tata gereja.

Sementara itu, Sekretaris Departemen APP Sinode GMIM, Pendeta Frangky Kalalo, MTh mengapresiasi semangat melayani kelompok lansia di berbagai tingkatan, mulai dari jemaat, wilayah, rayon hingga sinode. “Kelompok lansia memiliki potensi yang luar biasa dengan pengalaman karir dan pekerjaan di berbagai bidang mampu mendinamisasi pelayanan jemaat. Para orang tua lansia komit dalam pelayanan, kalau datang beribadah selalu tepat waktu, bahkan sebelum ibadah dimulai sudah siap,”tambahnya. (xxx)

Komentar

Terbaru