oleh

Gubernur Resmikan Pasar Murah Bersubsidi untuk Penanganan Dampak Covid-19

Manado, KOMENTAR  – Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE secara resmi meresmikan pelaksanaan pasar murah bersubsidi untuk penangangan dampak Covid-19, Rabu (25/06) di kantor Gubernur. Pasar murah tersebut akan digelar di 15 kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Utara secara bertahap.

“Pasar murah bersubsidi ini merupakan bentuk bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk masyarakat yang tidak bisa kita bantu secara langsung, karena mereka dianggap mampu,” ujar Olly.

Ia mengatakan, bahan pokok yang dijual di pasar murah ini berbentuk paket dan telah disubsidi oleh Pemprov Sulut. Satu paket yang terdiri dari beras, gula dan minyak goreng, harga di pasaran Rp140.000,-, Sedangkan di pasar murah dijual hanya Rp94.500,-. “Jadi setiap paket mendapat subsidi Rp45 ribu,” kata Olly.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Edwin Kindangen mengatakan, ada sembilan bahan pokok yang dijual pada pasar murah bersubsidi ini. Total bahan pokok yang disediakan yaitu beras 80 ton, Gula 30 ton, Minyak Goreng 30.000 liter, Tepun 5 ton, Mentega 5 ton, Bawang Merah 20 ton, Bawang Putrih 20ton, Vabe 4 ton dan tomat 4 ton. “Pasar murah ini akan digelar di 15 kabupaten/kota yang ada di Sulut, masing-masing empat kelurahan/desa. Dan di setiap kelurahan/desa masing-masing 150 paket,” kata Kindangen seraya menambahkan, total bantuan pasar murah bersubsidi ini senilai Rp1 miliar.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut, Ronny Erungan menambahkan, mekanisme pembelian di pasar murah ini akan menggunakan sistem kupon. “Jadi nantinya masyarakat yang berhak untuk membeli di pasar murah berubsidi ini akan diberikan kupon oleh lurah atau kepala desa. Dengan kupon tersebut, mereka bisa membeli paket sembako di pasar murah ini,” katanya seraya menambahkan, sistem tersebut sekaligus untuk menghindari terjadinya kerumunan massa di pasar murah tersebut.

Ia menambahkan, paket di setiap kabupaten/kota berbeda, tergantung kebutuhan dan permintaan mereka. Sebagai contoh, untuk kabupaten di Bolaang Mongondow, paket terdiri dari beras 5kg, gula 4kg dan minyak goreng 3kg. “Paket tersebut atas permintaan mereka. Karena di sana memiliki beras yang cukup, maka mereka meminta paketnya lebih banyak minyak goreng dan gula,” ujarnya.
Kemarin sekaligus dilepas paket pasar murah bersubsidi untuk kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.(jou)

Komentar

Terbaru