oleh

Pdt Billy: Sion Matungkas Siap Terapkan Pergub New Normal

Minut, KOMENTAR – Jemaat GMIM Sion Matungkas siap masuk New Normal, mengikuti Pergub no.44 thn 2020 tentang pedoman adaptasi kebiasaan baru masyarakat produktif dan aman Covid 19 di Sulut. Hal ini dibenarkan Ketua BPMJ GMIM Sion Matungkas, Minahasa Utara, Pdt Billy Johannis, Jumat (26/06) kemarin.

Menurut Pdt Billy Johannis, ancaman Covid 19 terhadap bangsa – bangsa di dunia termasuk Indonesia membuat pihaknya harus menahan diri untuk tinggal di rumah. “Menahan diri termasuk bekerja dan beribadah di rumah. Hal ini telah menimbulkan kejenuhan bagi banyak orang. Apalagi mereka yang putus pekerjaan, entah di rumahkan karena tempat usaha tidak memberikan inkam, atau diam di rumah karena tidak punya pekerjaan tetap. Namun ada yang bahagia seperti ASN atau pegawai BUMN. Mereka yang tidak bahagia mungkin gaji telah digadaikan atau terlilit kredit macet,” katanya.

Caption : Penyemprotan disinfektan dilakukan oleh Pelayan khusus (Pelsus) dan Pnt.Juen Kamagi (Sekretaris Jemaat) Pdt.Octeviane Rampen, Pdt.Like Punuh-Item, Pnt.Steven Mailoor, Sym.Jeanne Mantiri dan Pdt.Billy Johannis Ketua Jemaat.

Pergub New Normal atau Pergub no.44 thn 2020 tentang Pedoman adaptasi kebiasaan baru masyarakat produktif dan aman Covid 19 di Sulut, telah memberi pencerahan baru bagi yang tinggal berbulan-bulan di rumah dan mereka yang menantikan berkat dari sorga melalui pekerjaan. “Dunia usaha seperti Mall, bisnis pariwisata, bisnis transportasi bahkan kegiatan keagamaan di rumah ibadah sangat dinantikan oleh jemaat dan umat untuk kembali ke dunia baru. Dunia baru atau kenormalan baru ibarat serupa tapi tak sama. Memasuki New Normal atau kenormalan baru dibutuhkan ibarat hidup baru, atau kebiasaan baru. Kebiasaan baru itu adalah setiap kita berada di luar rumah harus menggunakan masker dan ketika berada dalam kerumunan banyak orang entah di pasar, Mall, di mobil, tempat wisata termasuk di tempat ibadah harus didahului dengan cuci tangan, jangan bersentuhan dan jaga jarak,” urainya.

Pdt Billy Johannis juga mengatakan, kebiasaan – kebiasaan ini yang harus ditaati dan dilaksanakan secara disiplin jika ingin Covid 19 cepat berakhir dan keluarga tidak menjadi korban sia -sia Covid 19. “Dalam Pergub no.44 thn 2020 Pasal 19 tentang kegiatan keagamaan di rumah ibadah, bagaimana gereja dan para pemimpinnya menjadi barisan terdepan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada Jemaat tentang Psysical distancing dan Sosial Distancing, ini bukan hanya sebagai slogan saja, tapi gereja harus menyiapkan sarana prasarana,” ucapnya.

Caption : Penyemprotan disinfektan dilakukan oleh Pelayan khusus (Pelsus) dan Pnt.Juen Kamagi (Sekretaris Jemaat) Pdt.Octeviane Rampen, Pdt.Like Punuh-Item, Pnt.Steven Mailoor, Sym.Jeanne Mantiri dan Pdt.Billy Johannis Ketua Jemaat.

Dirinya juga menambahkan, depan gereja harus ada tempat cuci tangan, duduk harus jaga jarak, tidak saling meminjam alkitab, harus menggunakan masker, menyiapkan alat tes suhu tubuh, menyiapkan alat semprot sprayer disinfektan yang dilakukan secara rutin sebelum dan sesudah ibadah. “Itu jika mau anggota jemaat kita tetap sehat dan tidak saling menjangkitkan diantara kita. Jemaat GMIM Sion Matungkas telah menyiapkan prasarana itu termasuk untuk pelayan khusus, mereka yang bertugas sebagai prokantor, Pianis, Multimedia, petugas cek suhu tubuh telah disiapkan Fece shield. Dan ibadah hari minggu 28 juni 2020 adalah ibadah Sosialisasi Physical Distancing dan sosial Distancing dalam memasuki New Normal, dan bertepatan dengan bulan Pekabaran injil dan pendidikan kristen ke 189,” kata Pdt Billy.

Terakhir Pdt Billy menambahkan, pihaknya bersyukur Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi utara (Sulut), Olly Dondokambey dan Steven Kandouw telah memperjuangkan melalui dana APBN, memberi perhatian besar untuk pembangunan dan masyarakat Sulut. “Kita juga bersyukur Gubernur Sulut, Olly Dondokambey telah memberi diri untuk pelayanan gereja diaras Nasional menjadi salah satu Ketua PGI. Sedangkan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw sebagai Ketua Majelis pertimbangan Sinode GMIM. Inilah pemimpin teladan yang harus selalu kita doakan sehingga Sulut selalu diberkati,” kuncinya. (RK)

Komentar

Terbaru