oleh

Bawaslu Sulut Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Peserta Pemilihan

Sangihe, KOMENTAR – Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sulawesi Utara (Bawaslu Sulut) baru-baru ini menggelar kegiatan Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Pemilihan Tahun 2020 di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kegiatan ini berlangsung di gedung Inspirasion Hall GMIST Efrata Tahuna.

 

Ketua Bawaslu Sangihe, Junaidi Bawenti mengatakan dengan adanya kegiatan ini sekiranya dapat menambah wawasan peserta demi terciptanya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang demokratis.

 

“Sekiranya dalam kegiatan ini peserta bisa mendapat informasi-informasi yang berkaitan tentang penyelesaian sengketa termasuk juga di dalamnya pendidikan-pendidikan politik,” ujar Bawenti di sela-sela kegiatan sosialisasi.

 

Sementara Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Bawaslu Sulut Awaludin Umbolo mengatakan tugas Bawaslu tidak hanya melakukan pengawasan. Namun Bawaslu juga diberikan kewenangan dalam penyelesaian sengketa baik antara peserta pemilu dan penyelenggara pemilihan serta sengketa pemilihan antar peserta pemilihan.

 

“Di mana yang menjadi dasar hukumnya yakni Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedua tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota kemudian Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum,” ucap Umbolo. Umbolo menambahkan dalam penyelesaian sengketa pemilihan dilakukan dengan musyawarah dan dengan cara cepat.

 

“Dalam penyelesaian sengketa pemilihan antar peserta pemilihan dilaksanakan melalui musyawarah dengan cara cepat terhadap peristiwa yang terjadi pada tahapan penyelenggaraan pemilihan yang mengakibatkan hak peserta pemilihan di rugikan secara langsung oleh peserta pemilihan lainnya,” tandasnya.

 

Kegiatan itu turut dihadiri oleh Kepala Bagian Penanganan Pelanggaran Penyelesaian Sengketa Proses dan Hukum Bawaslu Sulut Yenne Janis, Koordinataor Divisi (Kordiv) Hukum Penindakan  Pelanggaran Penyelesaian Sengketa Bawaslu Sangihe Zebdeus Lesawengen, perwakilan organisasi masyarakat (Ormas), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda.(bon)

Komentar

Terbaru