oleh

Kerja Bakti Sikapi Potensi Bencana

Sitaro, KOMENTAR – Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dan peristiwa bencana bukan merupakan sebuah cerita baru. Daerah 47 Pulau ini termasuk wilayah dengan tingkat kebencanaan yang tergolong tinggi.

Dari data InaRISK 2019, Indeks Risiko Bencana Sitaro berada di level 179,2 atau termasuk dalam zona merah risiko bencana. Nah, menilik pada kondisi itu sekaligus mencermati kondisi cuaca ekstrim saat ini akibat fenomena La Nina. Maka pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan dan kampung telah melakukan langkah penanganan.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Siau Barat bersama aparat pemerintah kampung, dan warga masyarakat dengan menggelar kerja bakti bersama di ruas jalan Kanawong-Pehe, Senin (19/10). Sebagaimana wilayah tersebut merupakan salah satu area yang menjadi akses utama penghubung antara dua kota besar di Kepulauan Siau, yakni Kota Ulu di Kecamatan Siau Timur dan Kota Ondong, di Kecamatan Siau Barat. Adapun kegiatan kerja bakti tersebut berupa pembersihan area sisi jalan, sekaligus dilakukan penebangan sejumlah pohon yang berpotensi tumbang.

“Kerja bakti ini dilaksanakan untuk upaya penanganan bencana seperti tanah tanah longsor dan pohon tumbang,” ungkap Camat Sibar, Jantje Tumewu di sela-sela kegiatan kerja bakti.

“Karena beberapa hari terakhir ini intensitas curah hujan sangat tinggi, dan jalan tersebut merupakan jalan utama yang banyak dilalui kendaraan bermotor. Sehingga perlu langkah penanganan, agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” imbuhnya.

Sembari dirinya menyampaikan terima kasih kepada aparat pemerintah kampung, bersama perangkat dan masyarakat yang sudah berpartisipasi pada pelaksanaan kerja bakti tersebut.

Sebelum itu, Bupati Kepulauan Sitaro, Evangelian Sasingen sudah menegaskan agar pemerintah kecamatan, kelurahan dan kampung peka terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing. Bupati juga mengingatkan agar terus berkoordinasi dalam upaya penanggulangan bencana di daerah.

“Lebih khusus memperhatikan keberadaan pohon yang mudah tumbang, agar itu ditebang, termasuk menjaga lingkungan agar dapat mengurangi dampak dari bencana,” ungkap Sasingen waktu itu.(sal)

Komentar