oleh

Pemecatan Imba Cs Menguntungkan Paslon dan Parpol Lain

Manado, KOMENTAR – Partai Golkar dikabarkan telah memecat sejumlah kadernya yang mendukung paslon lain di Pilkada 2020. Namun salah satu senior Partai Golkar Sulut, Firasat Mokodompit justru menilai keputusan tersebut sebagai langkah blunder yang bakal merugikan paslon Golkar sendiri.

“Keputusan itu malah akan memberikan energi baru bagi kader yang dipecat. Mereka justru akan semakin solid dan all out memenangkan paslon tersebut,” ungkap mantan Plt Ketua Golkar Sulut Itu, Senin (19/10).

“Saya tahu persis 8 kader yang dipecat ini memiliki kekuatan real. Jika hari ini mereka dicabut keanggotaannya, maka analisa saya 60% kader pemilih Golkar yang diprakirakan 270 ribu suara se-Sulut, akan menambah suara paslon lain, di Pilgub Sulut dan Pilwako Manado,” tandasnya.

Dikatakannya, kader grass root Golkar dan para militan PG, rata rata rasional dalam menentukan pilihan pemimpin. “Mereka sangat memperhatikan kapasitas, kapabilitas dan dedikasi calon. Mereka tidak mau terjebak dengan SOTAU TAU NIMBOLE KASE TELADAN DAN JADI PANUTAN KONG BAPAKSA !!!,” tandasnya.

Suara suara kader ini, lanjutnya, selalu mengemuka dalam dialog di lapangan, dan kedewasaan berpolitik kader Golkar itu tidak diragukan.

Lanjut dia, biasanya ada faktor benang merah bergandengan dimana mereka akan loyal terhadap kader tulen seperti Imba dan SVR yang pernah menjabat Ketua PG Sulut. Bahkan saat ini, kata dia, sudah ada gerakan untuk menyelamatkan partai.

“Saat ini saja saya dengar sudah ada Gerakan Penyelamat Partai Golkar Sulut dan gerakan ini melemahkan paslon yang diusung Golkar dalam kontestasi Pilgub. Mereka kecewa karena managemen partai yang amburadul dalam menyikapi dinamika internal Golkar Sulut,” katanya.

Hal itu juga tercermin dalam Musda instan yang dilaksanakan di beberapa daerah memunculkan sentimen negatif bagi kelangsungan organisasi. “Belum lagi ketidak konsistenan terhadap rekomendasi paslon di pemilukada kabupaten/kota. Makanya saya melihat ini sebagai langkah gegabah Ketua Partai Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dengan memecat 8 kader senior. Dipastikan hukum karma akan berlaku begitu CEP kalah dalam konstetasi Pilgub nanti,” tukasnya.

Sementara Frederik Kaparang SIP, pengamat politik Sulut, menyebut langkah ini termasuk sebuah kebijakan berani yang dilakukan DPD I PG Sulut meskipun beresiko bagi kubu Golkar sendiri. “Dalam sebuah organisasi keputusan seperti ini memang harus diambil, ketika anggotanya tidak sejalan yah memang harus dikeluarkan. Tapi dalam kasus seperti ini, imbasnya akan lain, apalagi sementara dalam kontestasi politik dimana ada calon Golkar yang maju Pilkada. Sebab tokoh tokoh yang dipecat ini rata-rata punya masa militan dan punya sejarah panjang dengan Golkar. Pasti ini akan jadi motivasi tersendiri bagi mereka untuk menunjukan bahwa pemecatan ini salah,” kata Kaparang.

Jimmy Rimba Rogi, mantan Ketua PG Manado yang memilih mendukung paslon lain di Pilkada 2020, mengaku tak kaget dengan adanya pemecatan tersebut. Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan, pria yang akrab disapa Imba itu menyebut bahwa Partai Golkar di Sulut besar di tangannya. “Sapa bilang Imba dibesarkan Golkar? Malah sebaliknya, Imba lah yang membesarkan Golkar. Skarang beringin somo rubuh karena depe penunggu so kaluar,” tukasnya.

Dengan adanya pemecatan ini, Imba justru kian bersemangat memenangkan paslon lain di Pilgub Sulut dan Pilwako Manado, dimana pendukung fanatik Imba berdomisili.(don)

Komentar