oleh

Diduga Tidak Netral, Pendamping PKH Dilapor ke Panwascam

-Manadoku-130 views

Manado, KOMENTAR – Oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Wanea terancam hukuman pidana jika terbukti melakukan ancaman terkait kepersertaan PKH. Hal ini dikatakan Ketua Panwascam Wanea Joudy Rantung.

Menurutnya, Panwascam telah menerima laporan terkait pendamping PKH yang tidak netral dalam melaksanakan tugasnya, dimana oknum pendamping PKH mengarahkan para penerima PKH untuk memilih salah satu paslon peserta Pilwako Manado. “Kami telah menerima laporan dimana ada dugaan pelanggaran oleh oknum pendamping PKH. Berdasarkan keterangan pelapor serta keterangan terlapor kami akan melakukan kajian dan telaah. Jika ada unsur ancaman bisa saja kasus ini dibawa ke ranah pidana,” ujar Rantung, Selasa (20/10).

Dijelaskannya, oknum pendamping PKH ini diduga melanggar Peraturan Direktut Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Nomor 01/LJS/08/2018 tentang Kode Etik Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan, pendamping PKH tidak bisa menjadi juru kampanye atau melakukan kampanye. “Oknum pendamping di Wanea membagikan masker paslon serta mewajibkan peserta PKH untuk memilih paslon peserta Pilwako Manado dan diduga mengancam akan mengeluarkan peserta PKH yang tidak memilih paslon yang dimaksud,” tukas Rantung.

Penerima PKH Yanikarnita Padang warga Kelurahan Ranotana Weru menerangkan dalam pertemuan anggota dan pendamping PKH salah seorang pendamping PKH melakukan penyampaian bahwa semua penerima PKH harus mencoblos salah satu paslon. Jika tidak, maka akan dikeluarkan dari daftar penerima PKH. “Dia berbage masker kepada kami dan mengancam kalau tidak memilih akan dikeluarkan dari daftar penerima,” tukas Yanikarnita.(kot)

Komentar