oleh

Pertanian Keluarga Jadi Solusi di Tengah Pandemi

Sitaro, KOMENTAR – Di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) pertanian keluarga sudah lama berkembang. Hanya saja, geliat skema pertanian skala kecil tersebut seperti menyesuaikan pada kondisi saja. Akan tetapi belakangan ada perubahan signifikan pasca pandemi COVID-19 mulai merebak sejak awal Maret lalu.

Pertanian keluarga mulai berlangsung dinamis. Warga masyarakat kabarnya makin aktif memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami tanaman yang menjadi kebutuhan pokok. Data pendukung, melalui peningkatan permintaan bibit tanaman oleh warga khusus bibit tanaman holtikultura di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sitaro selaku instansi terkait.

Perubahan cara pandang warga tersebut setidaknya menjadi catatan bahwa warga mulai yakin bahwa pertanian keluarga ini dapat menjadi solusi di tengah pandemi yang telah mengobrak-abrik sendi-sendi kehidupan manusia. Bupati Kepulauan Sitaro, Evangelian Sasingen mengatakan pertanian keluarga menghadirkan sebuah nilai yang strategis. Karena melalui kegiatan itu mempunyai nilai ekonomis, dan sejumlah nilai lainnya.

“Oleh karena itu pemerintah daerah terus mendorong agar masyarakat memanfaatkan lahan kosong yang ada untuk di tanami, tanaman kebutuhan harian,” ujar Sasingen. “Maka dari itu saya mengajak warga masyarakat di Sitaro untuk terus mengoptimalisasi pemanfaatan pekarangan di sekitar kita sebagai lumbung pangan, dengan berbagai manfaat,” imbuhnya.

Menurutnya, pertanian keluarga memang terlihat sederhana, tapi yang perlu dilihat manfaatnya di saat sekarang ketika ekonomi bergejolak akibat penyebaran virus corona. Ia mengatakan pertanian keluarga akan sangat membantu menjaga ketahanan pangan di daerah.

“Selain bicara ketahanan pangan tak hanya sebatas kebutuhan untuk makan saja, melainkan itu juga terkait dengan kondisi ekonomi. Sehingga ketika kita mampu mengoptimalisasi pertanian keluarga, maka banyak hal yang akan terbantu,” katanya. “Dan sudah pasti pemerintah daerah akan selalu memberikan dukungan terkait pengembangan pertanian keluarga di daerah,” katanya kembali.(sal)

Komentar