oleh

Hasil Rapid ASN Reaktif, Dinkes Tindaklanjuti Dengan Swab

-Mitra-73 views

Ratahan, KOMENTAR – Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) lewat instansi teknis terkait sementara melaksanakan tes cepat atau rapid test untuk deteksi awal penyebaran Covid-19, di mana rapid test ini dilaksanakan di sejumlah instansi pelayanan publik. Jika ada Aparatur Sipil (ASN) yang hasil rapid testnya reaktif, akan langsung ditindaklanjuti dengan swab test untuk mendapatkan hasil lebih akurat.

Demikian dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mitra, dr Helny Ratuliu. “Kalau dalam pemeriksaan cepat atau rapid test kemudian ada ASN yang hasilnya reaktif, akan langsung kita tindaklanjuti dengan pemeriksaan swab untuk memastikan kontaminasi Covid-19,” katanya kepada wartawan, Minggu (25/10).

Helny menjelaskan, memang saat ini pihaknya sementara melakukan rapid test di beberapa instansi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan, di mana yang sudah dituntaskannya adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Komunikasi dan Informatika, dan Sekretariat DPRD. “Sebagian besar memang hasil rapid test adalah non reaktif, tetapi ada juga yang reaktif,” terangnya.

Kepada yang hasil rapid reaktif itulah, kata Helny, yang langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab. “Kita dapati yang reaktif itu di Sekretariat DPRD dan sudah dilakukan swab kepada semua ASN dan bahkan juga sejak pekan lalu sudah dilakukan swab kepada anggota DPRD,” ungkapnya.

Helny mengakui, salah satu kendala yang dihadapi pihaknya adalah ketersedian Viral Transport Media (VTM) sebagai media untuk membawa spesimen sampel lendir hidung dan tenggorokan pasien untuk uji Swab Tenggorok masih terbatas.

“Makanya kita masih memprioritaskan pemeriksaan swab ini kepada mereak yang menunjukkan indikasi terpapar virus, antara lain yang rapid testnya itu reaktif. Kita belum bisa menjangkau semua ASN untuk swab, karena masih terbatas VTM. Tapi ke depan tentu kita akan lakukan pemerikssan sawab kepada semua ASN,” terangnya.

Ditanya untuk stok perlengkapan rapid test sendiri, menurut Helny, hal tersebut masih tersedia dengan jumlah yang cukup. “Kalau untuk rapid belum begitu masalah karena stok yang ada pada kita masih cukup untuk melakukan rapid test dalam tiga bulan ke depan,” tuturnya.(ftj)

Komentar