oleh

Penyair Cilik di Cipta Puisi GBS Sangihe

Sangihe, KOMENTAR – Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, Kabupaten Kepulauan Sangihe telah merilis peserta terbaik yang masuk nominasi di giat puncak Gebyar Bahasa dan Sastra (GBS) 2020. Mereka adalah penyair cilik yang lolos hasil dari penjaringan 29 peserta pada Cabang Lomba Cipta dan Baca Puisi tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Sangihe.

“Kegiatan Gebyar Bahasa dan Sastra ini telah berhasil meningkatkan potensi anak-anak dalam mencintai sastra,” ujar Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, Johanis Pilat. “Dari ini pula telah membangun ekspresi anak-anak terkait kecintaan mereka terhadap bangsa dan negara,” sambungnya.

Ia mengatakan tujuan kegiatan ini sebagai bentuk kerinduan untuk mengembangkan dan mengembalikan nilai kesusastraan Sangihe yang diketahui memiliki nama besar. Dan dirinya mengapresiasi dengan antusiasme peserta, dengah kehadiran para talenta-talenta muda. “Hal ini menjadi bukti bahwa Sangihe memang potensi dengan penyair-penyair muda yang berbakat,” katanya.

“Saya berharap ajang seperti ini akan terus dilaksanakan dalam rangka mendorong anak-anak termasuk para orang tua dalam pengembangan diri dan potensi para pujangga cilik ini,” ucapnya. Selain ia menambahkan wawasan kebangsaan dan kecintaan akan kekayaan alam Indonesia sebenarnya merupakan wilayah kognitif anak-anak dalam perkembangannya. Untuk itu, ia menyatakan semua pihak, termasuk pihaknya dan pemerintah daerah secara komprehensif harus selalu hadir.

“Sebagaimana hal ini sudah menjadi komitmen yang selalu ditegaskan pimpinan daaerah (Bupati), untuk menyokong potensi anak-anak pun kaum muda,” tandasnya. Sementara Ketua Tim Juri GBS 2020 Cabang Lomba Cipta dan Baca Puisi, Fajar Gultom menyebutkan, jika hasil ini merupakan pendalaman dari beberapa unsur penilaian. Di antaranya pemilihan tema dan kesesuaian isi puisi dengan tema yang dipilih, kedalaman dan eksplorasi dalam menggali tema, originalitas karya, pendiksian dan gaya berbahasa, dan inovasi.

“Dengan kesegaran ekspresi dan perspektif karya dan memiliki apresiasi poin tertinggi,” ujar Gultom. Ia mengatakan perkembangan menulis anak-anak yang masih SMP ini cukup signifikan. Itu menurutnya terlihat dari pemilihan diksi, bahkan persoalan idiom, dan simbol-simbol lain, nyatanya mampu dimunculkan eksplorasi dengan baik.

“Sekali lagi, mengingat mereka masih SMP, tapi sudah sangat baik dalam hal itu,” katanya. Dirinya menilai, hasil yang ada menunjukan bahwa para peserta kelihatan sudah memahami kaidah dasar penulisan karya, yang kemungkinan pengetahuannya diperoleh melalui membaca buku-buku puisi. Hal ini bisa dilihat dari keseluruhan penilaian.

“Namun karena hanya memilih empat yang terbaik, maka dipilih mereka yang terbaik dari yang terbaik,” ucapnya. “Dan untuk empat karya nominator, kami akan tes lagi melalui wawancara untuk meyakinkan kami bahwa karya dari ke-empat peserta, merupakan karya original, dalam artian tidak ada campur tangan dari orang tua dan pendamping. Bahkan, di grand final 28 Oktober, akan kami minta untuk pentas bersama nominator baca puisi tingkat SD,” tandasnya.(bon)

Komentar