oleh

Perubahan Mulai Sentuh APBD, Lansia dan Tokoh Agama Terima Insentif

Amurang, KOMENTAR – Harapan warga Minahasa Selatan (Minsel) terjadi perubahan, secara perlahan mulai terwujud setelah bupati dijabat Penjabat sementara (Pjs) Meiki Onibala yang juga inspektur Pemprov Sulut. Ini nampak pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2021. Tokoh agama (Toga) bakal menerima kenaikan tunjangan menjadi Rp 750 ribu per bulan.

Selain Toga, warga lanjut usia (Lansia) juga menerima insentif Rp 500 ribu per bulan. Tunjangan bagi Toga dan Lansia akan diberikan tiap tiga bulan. Melalui tunjangan yang diberikan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup. Terutama bagi Lansia yang selama 10 tahun ini terabaikan oleh Pemkab Minsel.

“APBD itu harus sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat. Dengan memberikan insentif bagi Lansia dan tokoh agama, diharapkan kehadiran pemerintah dapat benar-benar dirasakan. Penghargaan memang sangat pantas diberikan pada Lansia yang telah memberikan sumbangsihnya bagi kita. Toh kita juga kedepan akan menjadi Lansia. Begitu pula dengan tokoh agama yang membantu pemerintah membina mental dan spiritual,” terang Onibala.

Menurutnya juga insentif yang diberikan sebagai sinkronisasi dengan Pemprov Sulut. Dipaparkannya sejumlah insentif dianggarkan, mulai bagi tokoh agama sampai dengan petani lewat asuransi. “Perubahan memang harus menyentuh masyarakat dan ditampakkan pada APBD yang pro rakyat. Sejumlah bantuan pemerintah pada masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung juga akan dimasukkan. Semoga kedepan kehadiran pemerintah dapat benar-benar terasa,” ujar Onibala.

Sebelumnya Pjs Bupati Onibala juga menekankan gaji Tenaga Harian Lepas (THL) dinaikkan. Begitu pula dengan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) juga akan ikut naik. Pada APBD 2021 gaji THL akan lebih manusiawi, dengan mengikuti Upah Minimum Provinsi (UMP).

“Sebelumnya saya sudah tegaskan pada TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah, red) untuk menaikkan gaji THL dan TPP. RAPBD baru akan saya tandatangani apabila kenaikan sudah tertata. Ini juga sudah sesuai dengan PP nomor 12 Tahun 2019 pasal 58,” pungkasnya.

Adanya kenaikan gaji langsung saja disambut hangat oleh THL. “Kami bersukur bila sudah ada perubahan kesejahteraan tahun depan. Selama ini memang gaji kami sudah tidak sesuai dengan kebutuhan. Dan dibayarkan tidak pasti tiap bulan. Makanya sangat senang dengan adanya kenaikan. Semoga memang benar-benar perubahan terwujud tahun depan,” sebut salah satu THL.(vtr)

Komentar