oleh

Walikota: Indikator KLA Jangan Cuma Jadi Check List

-Tomohon-81 views

Tomohon, KOMENTAR – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mensosialisasikan rencana aksi daerah Kota Layak Anak (KLA), pekan lalu. Dalam kegiatan tersebut, Walikota Jimmy F Eman SE Ak CA mengatakan rencana aksi daerah Kota Layak Anak disusun dalam rangka mengintegrasikan rencana pembangunan yang berperspektif anak dan ramah anak.

“Integrasi rencana pembangunan melalui rencana aksi daerah Kota Layak Anak melibatkan berbagai stakeholder serta instansi terkait yang erat hubungannya dengan pelayanan publik dan pelayanan dasar yang dibutuhkan oleh anak,” paparnya.

Lanjutnya menjelaskan, pertimbangan dasar yang melatarbelakanginya terbentuknya rencana aksi daerah Kota Layak Anak secara sosiologis dan normatif, yakni setiap orang dilahirkan merdeka, mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. “Tidak terkecuali seorang anak, dimana hak-hak yang melekat pada dirinya merupakan bagian dari hak asasi manusia, yaitu pengakuan atas martabat yang melekat dan tidak dapat dicabut oleh siapapun. Anak-anak berhak untuk hidup, memperoleh pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan hak untuk menyatakan pandangannya secara bebas dalam semua hal yang mempengaruhi kehidupannya ” tandasnya.

Walikota mengatakan Kota Tomohon telah memperoleh penghargaan Kota Layak Anak dengan kategori tingkat pratama pada tahun 2018 dan 2019. Ada beberapa indikator yang dinilai sehingga Tomohon bisa meraih hasil membanggakan ini. “Saya berharap indikator-indikator Kota Layak ini tidak berhenti menjadi sederet check list semata, tetapi dapat menjadi acuan bagi Kota Tomohon dalam memenuhi hak-hak anak. Poin terpenting dari proses pengembangan Kota Layak Anak yaitu koordinasi diantara para stakeholder dalam pemenuhan hak-hak anak. Bekerja bersama-sama dan saling koordinasi serta komunikasi,” kuncinya.

Sekedar diketahui, kegiatan ini dilaksanakan secara daring dari ruang rapat Bapelitbangda Kota Tomohon. Tampil sebagai narasumber, Sekretaris Daerah Ir Harold V Lolowang MSc, tim akademis DR Robert Winerungan MSi yang adalah akademisi Unima, dan DR E Walewangko mewakili akademisi Unsrat.

Turut hadir, Kepala Bapelitbangda Drs Daniel Pontonuwu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dr John D Lumopa MKes, serta para kepala SKPD.(rom)

Komentar