oleh

Sumilat: Anggaran THL Dipangkas, Proyek Miliaran Tetap Jalan

Manado, KOMENTAR – Anggota Komisi III DPRD Manado Ir Jean Sumilat membeber bukti bahwa pemerintah kota lebih memilih mengorbankan anggaran honor THL, gaji kepala lingkungan, dana lansia untuk penanganan Covid-19, ketimbang proyek berbandrol miliaran rupiah.

“Anggaran honor THL serta lainnya digeser untuk penanganan Covid-19, sementara proyek senilai Rp3 miliar lebih untuk penataan Taman Godbless Park yang tanggal kontraknya 15 Oktober 2020 tetap jalan. Padahal proyek itu tidak terlalu urgen. Kalau memang pemerintah peduli THL, kenapa bukan anggaran proyek itu saja yang digeser untuk penanganan Covid-19?” tukas Sumilat, Senin (26/10).

Lanjut dia, dengan adanya pelaksanaan proyek besar di Kota Manado, justru mengabaikan keputusan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan nomor 119/2813/SJ dan nomor 177/KMK.07/2020 tentang percepatan penyesuaian APBD 2020 dalam rangka Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), serta pengamanan daya beli masyarakat dan perekonomian daerah.

“Pada diktum 2, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan meminta kepala daerah untuk melakukan penyesuaian belanja daerah melalui rasionalisasi belanja modal sekurang-kurangnya sebesar 50% dengan mengurangi anggaran belanja, terutama untuk pembangunan infrastuktur yang masih memungkinkan untuk ditunda tahun berikutnya,” ungkap Sumilat mengutip keputusan bersama Mendagri dan Menkeu.

Menurutnya, pengerjaan proyek fisik miliaran rupiah yang tidak bersifat mendesak, menjadi bukti bahwa Pemkot Manado lebih memihak kepada proyek.

“Anggaran proyek besar tidak digeser, sementara anggaran untuk honor THL yang sudah jelas menyangkut kesejahteraan, malah digeser. Silahkan masyarakat Manado, khususnya THL, Pala dan Lansia menilai sendiri apakah Pemerintah Kota Manado pro rakyat atau pro proyek,” sindir Sumilat.(don)

Komentar

Terbaru