PETI Nibong Ratatotok Ricuh, 1 Penambang Ditebas Samurai

Ratatotok, KOMENTAR – Dampak buruk aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali terjadi. Setelah sebelumnya sejumlah penambang tewas akibat diterjang longsoran tanah dan terjadi aksi saling serang antar penambang, kini satu lagi korban tebasan senjata tajam (sajam) berlaku di lokasi PETI Nibong, tepatnya di kebun raya Megawati Soekarno Putri, Ratatotok, Minahasa Tenggara (Mitra).

Dari laporan resmi dan fakta lapangan menyebutkan, kejadian tersebut terjadi pada Kamis (29/10) sekira pukul 17.30 WITA. Korban kali ini adalah seorang penambang lelaki, Marlon Said (41), warga Desa Basaan Dua, Kecamatan Ratatotok, Mitra.

Menurut keterangan saksi Varsen S, saat itu ia bersama korban dan beberapa rekan penambang lainnya baru keluar dari lubang tambang. Kemudian saksi melihat ada sekelompok orang yang tidak di kenal memakai penutup wajah, sambil membawa barang tajam berupa samurai datang ke arah mereka sambil berteriak-teriak. Saksi dan korban serta beberapa rekannya langsung melarikan diri.

Sayangnya,  korban dikejar terus oleh sekelompok orang tersebut. Setelah beberapa saat kejadian terjadi, saksi dan beberapa rekannya menemukan korban sudah dalam kondisi lemah karena mengalami luka parah tebasan sajam di bagian kaki, tangan dan tubuh. Gak menunggu lama, korban dibawa ke RS Ratatotok untuk mendapatkan perawatan medis. Karena kondisi luka cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RS Prof Kandou Malalayang untuk perawatan lanjut.

Pasca kejadian, personil Polres Mitra bersama dengan Polsek Ratatotok maupun personil Koramil Belang langsung melaksanakan pengamanan di wilayah Ratatotok.

Dari hasil penyelidikan, aparat kepolisian belum mengetahui identitas para pelaku yang melakukan penyerangan. Hingga malam hari, situasi kembali memanas di wilayah Ratatotok karena kejadian penyerangan tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mitra, Iptu Muhammad Hasbi SIK, ketika dikonfirmasi wartawan mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut. Bahkan ketika ditanya apakah para pelaku sudah diamankan, dirinya mengaku belum tahu. “Saya tidak masuk kantor. Saya belum tahu pelakunya,” singkat Hasbi, kepada wartawan, via telepon selular, Minggu (01/11) malam.(by)

Komentar