Karwur: Beasiswa PIP Bukan dari Paslon, Tapi Pemerintah

Tomohon, KOMENTAR – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tomohon Dr Juliana Dolvin Karwur MKes MSi menegaskan bahwa beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) bukan milik pasangan calon (paslon) peserta Pilkada, melainkan program pemerintah pusat yang diperuntukan bagi siswa kurang mampu. Penegasan itu disampaikan Karwur menanggapi laporan masyarakat soal adanya dugaan politisasi beasiswa PIP oleh paslon tertentu.

“Beasiswa PIP diperuntukan bagi siswa kurang mampu, sudah berjalan sejak 3 tahun lalu,” terang Karwur saat dikonfirmasi wartawan, Senin (2/11).

Dia menjelaskan, sesuai surat nomor 1491 dari Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbud RI, ada perpanjangan untuk pengusulan calon penerima PIP tahun 2020. Sehingga anggota masyarakat yang kurang mampu dan belum menerima manfaat beasiswa PIP, bisa melaporkan diri di sekolah masing-masing untuk di usulkan melalui Dapodik Sekolah.

“Jika penerima beasiswa belum menerima haknya, nama siswa tak boleh diganti karena sudah diterbitkan nomor virtual account, tetap akan disampaikan oleh Kemendikbud kepada Dinas Dikbud Kabupaten/Kota. Jadi para penerima beasiswa PIP tidak usah takut, tetap sabar. Pastinya dalam waktu dekat ini akan mendapat hak yang seharusnya diterima,” tandasnya.

Karwur juga mengatakan bahwa dirinya intens turun ke setiap sekolah baik SD maupun SMP untuk meluruskan tentang beasiswa ini kepada guru, agar menyampaikan ke orang tua siswa bahwa ini bukan dana oknum paslon tertentu, melainkan progam pemerintah melalui Kemendikbud RI.

“Perlu diketahui, di tahap ketujuh ini Dikbud Kota Tomohon mendapat jatah penambahan kuota beasiswa PIP dari Kemendikbud RI, tingkat SD sebanyak 860 dan SMP sebanyak 117 siswa,” kuncinya.

Diketahui, dugaan politisasi beasiswa PIP terungkap setelah sejumlah orang tua siswa penerima beasiswa PIP melapor ke Dikbud Tomohon. Mereka mengaku diintimidasi oleh timses salah satu paslon yang mengancam akan mengganti nama penerima beasiswa jika tidak memilih paslon tersebut di Pilkada 9 Desember nanti.(rom)

Komentar