oleh

PLN Sajikan Keandalan Listrik bagi Industri

Gorontalo, KOMENTAR – PLN terus memberikan keandalan listrik bagi industri. Pada 6 November 2020 lalu, PLN menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PT. Biomasa Jaya Abadi, Gorontalo secara virtual. PLN nantinya akan menyediakan listrik sebesar 32,5 MVA untuk perusahaan yang bergerak dalam industri pabrik pelet kayu (wood pellet) tersebut.

“Merupakan pencapaian bagi kami, karena telah disepakati kerjasama yang baik dan berkelanjutan. PLN akan memasok listrik pada pabrik kami di Gorontalo, Kami juga mengucapkan terima kasih kepada PLN yang sangat mendukung dan kooperatif dalam menyediakan layanan tenaga listrik,” kata Group Director PT Biomasa Jaya Abadi, Budianto Purwahjo.

“Kini, cadangan daya listrik sebesar 210,5 MW Mega Watt (MW) pada sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) dapat semakin dioptimalkan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat dan industri. Kali ini terhadap pabrik PT Biomasa Abadi,” kata Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda.

Menurutnya, PLN selalu mengupayakan keandalan listrik bagi industri, sehingga roda perekonomian nasional dapat terus bergerak dan berlari meski dalam masa pandemi.

“PLN siap menyalurkan tenaga listrik dengan total daya tersambung 32.500.000 Volt Ampere (VA) atau 32,5 Mega Volt Ampere (MVA) kepada pabrik PT Biomasa Jaya Abadi di Gorontalo. Dengan tingkat Layanan Khusus Industri (I-4) yang berbeda dari layanan standar,” jelas General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Tengah, Utara dan Gorontalo (UIW SUTG), Leo Basuki.

Menurutnya, layanan khusus tersebut meliputi konfigurasi jaringan khusus yang meningkatkan keandalan pasokan untuk membantu kelancaran bisnis dan produksi bagi para pelanggan industri atau bisnis.

Dirinya menambahkan, saat ini sistem kelistrikan Sulutgo memiliki daya mampu sebesar 607,2 MW dengan beban puncak 396,7 MW. Oleh karena itu, PLN sangat siap menopang kebutuhan listrik bagi industri lainnya di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, mengingat masih tersedia cadangan daya sebesar 210,5 MW.(jou)

Komentar

Terbaru