JAK Dicopot dari Ketua Harian DPD I Golkar Sulut

Manado, KOMENTAR – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara, James Arthur Kojongian (JAK), pria yang diduga berada dalam mobil Honda BRV DB 1513 BJ yang menyeret perempuan, Michaela E Paruntu pada video yang viral di medial sosial, akhirnya mendapat sanksi dari partainya. Partai Golkar memberhentikan JAK dari jabatannya sebagai Ketua Harian DPD I PG Sulut.

“Setelah melihat situasi dan kondisi, dan telah menelaah dan mencermati keadaan di masyarakat, media sosial dan media massa, maka dengan arif dan bijaksana mengambil sikap menonaktifkan kader Partai Golkar berinisial J dari jabatannya sebagai Ketua Harian DPD I PG Sulut periode 2020-2025,” ungkap Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulut bidang Organisasi, Feryando Lamaluta dalam konferensi pers, Rabu (27/01) pukul 14.30 WITA.

Menurut dia, keputusan tersebut merupakan hasil rapat pimpinan harian terbatas yang dipimpin oleh Ketua DPD I PG Sulut, Christiany Eugenia Paruntu.

“Dan demi menjaga marwah dan wibawa Partai Golkar, kami akan meminta kajian dari Bidang Hukum untuk memutuskan langkah selanjutnya,” ujar Lamaluta.

Dengan dinonaktifkannya JAK dari jabatannya tersebut, kata Lamaluta, dalam waktu dekat pihaknya akan meminta kajian organisasi maupun hukum dari bidang terkait, untuk memutuskan langkah selanjutnya bagi JAK.

ā€œDan hal ini segera kami laporkan ke DPP Partai Golkar untuk mendapatkan keputusan lanjut,ā€ kata Lamaluta lagi.

Soal desakan publik hingga netizen di sosial media yang meminta Golkar memecat JAK dari keanggotan di partai serta jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut, kata Lamaluta, pihaknya akan memberikan hak-hak kepada JAK untuk memberikan klarifikasi.

ā€œSehingga setelah ini kita serahkan kepada Bidang Organisasi dan Bidang Hukum untuk mengundang yang bersangkutan memberikan klarifikasi,ā€ sebutnya.

ā€œBerikan kami waktu kepada Partai Golkar menyikapi ini, mencermati dan memutuskan. Kita menunggu hasil dari Bidang Organisasi dan Bidang Hukum partai,ā€ tuturnya.

Saat ditanya wartawan apakah keputusan ini menjadi pengakuan bahwa JAK lah yang ada dalam video tersebut, mengingat JAK membantah bahwa dirinya dalam video tersebut, Golkar tidak membantah. “Keputusan ini adalah jawaban atas apa yang berkembang di masyarakat,” tegas Sekretaris DPD I PG Sulut, Raski Mokodompit.(ivo)

Komentar