Koperasi dan UKM di Kotamobagu Curi Perhatian Pemkab Bone Bolango

Kotamobagu, KOMENTAR – Keberadaan dan aktivitas sejumlah koperasi dan UKM di Kota Kotamobagu, rupanya mampu mencuri perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Terbukti, Kamis (28/01), sejumlah pejabat dari Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Bone Bolango datang ke daerah ini, guna melakukan studi komparasi.

“Iya, teman-teman dari Disperindag Bone Bolango melakukan kunjungan kerja ke sini, dalam rangka studi komparasi menyangkut kegiatan-kegiatan di bidang koperasi maupun UKM,” kata Kepala Disdagkop-UKM Kotamobagu, Herman J Aray SIP melalui Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UKM, Meiva Najoan SP.

Selanjutnya, Meiva mendampingi rombongan dari Bone Bolango berkunjung ke beberapa lokasi. Diawali dari Credit Union (CU) Mototabian Kotamobagu. Di koperasi yang salah satu usahanya adalah simpan pinjam, rombongan diterima oleh Ir Lucky Musung (Ketua Badan Pengawas) bersama Juliana Saroinsong SSi (Sekretaris Dewan Pengurus).

“Ada banyak hal yang ditanyakan oleh rombongan dari Disperindag Bone Bolango, terkait kegiatan CU Mototabian. Termasuk bagaimana menghadapi dan mengatasi tantangan yang timbul di masa pandemi saat ini,” ungkap Lucky Musung kepada KOMENTAR.

Ditambah lagi, pihak CU Mototabian menyampaikan bahwa koperasi tersebut bisa tetap eksis tanpa suntikan modal dari pemerintah. “Kami memang mengungkapkan bahwa kekuatan modal CU Mototabian adalah dari seluruh anggota. Hal ini rupanya makin membuat pihak Disperindag Bone Bolango penasaran, karena manajemen di CU Mototabian yang tidak seperti di koperasi-koperasi pada umumnya,” urainya.

“Kami menyampaikan pula bahwa CU Mototabian secara rutin mengadakan pendidikan bagi anggota baru. Juga, ada pelatihan-pelatihan yang dibuat oleh CU sesuai spesifikasi anggota. Di mana, pelatihan-pelatihan diberikan untuk lebih merangsang anggota dalam menekuni usahanya,” sebut Lucky.

Hal lain lagi yang juga mengundang rasa penasaran pihak Disperindag Bone Bolango, lanjut dia, yaitu sistem yang diterapkan oleh CU Mototabian secara kelembagaan. Baik dari aspek pengelolaan maupun manajemen secara keseluruhan. “Mereka juga sampai cari tahu, bagamana pengurus maupun pengawas yang tidak digaji, namun kegiatan organisasi selaku koperasi tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” pungkas Lucky.(cop)

Komentar