GMIM Baitel Ranoiapo Amurang Salurkan Bantuan Korban Bencana di Manado

Manado, KOMENTAR – Peduli dengan korban bencana banjir dan tanah longsor di Kota Manado, membuat jemaat GMIM Baitel Ranoiapo (GBR) Wilayah Amurang Satu terpanggil untuk menyatakan kepedulian sosial. Kepedulian berupa bantuan kemanusiaan diwujudkan jemaat dan Pelayanan khusus (Pelsus) yang dipimpin langsung Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat GBR.

“Kami mengumpulkan dan menyerahkan langsung bantuan kepada korban bencana dan tanah longsor di Manado. Sebelumnya, para Pelsus dan jemaat GMIM Baitel Ranoiapo menjalankan aksi ke setiap warga jemaat,” kata Ketua BPMJ GMIM Ranoiapo, James Manitik MTheol.

Menurut Manitik, bantuan yang disalurkan berupa supermie, telur, gula, minyak goreng, ikan kaleng, biskuit/snack, air mineral, sabun cuci, sabun mandi, shampoo, pasta dan sikat gigi, pampers, pembalut, susu, makanan bayi,  beras, pakaian layak pakai dan juga 300 dos makanan jadi. Bantuan, yang merupakan solidaritas dari Jemaat GMIM Ranoiapo diserahkan ke jemaat GMIM yang ada di wilayah Kota Manado.

Dan, ada yang diserahkan langsung ke rumah masing-masing  korban bencana, serta warga Ranoaipo yang ada di Manado. Setelah itu, tim dari Baitel Ranoiapo berkunjung  ke jemaat GMIM Gesmani Pall Dua dengan Ketua BPMJ Pdt Corry Wawurundeng MTh. Setelah itu berkunjung di jemaat GMIM Betania Teling Tingkulu kepada Pendeta jemaat, Pdt Selvie Oflagi STh juga pendeta asal Ranoiapo.

Lanjut dikatakan Manitik, karena bahan-bahan yang terkumpul masih banyak, lalu berinisiatif menambah lagi dua jemaat penerima bantuan, yakni jemaat GMIM Abraham Sario Sentra dan GMIM Syaloom Karombasan.”Kami merasa tergerak untuk membantu korban bencana yang ada di wilayah Kota Manado. Ini merupakan kebersamaan jemaat GMIM Ranoiapo,” ucap Manitik.

Paket bantuan juga diberikan kepada keluarga besar Manitik-Rumamby (orangtua dan kakak beradik dari Pdt Manitik), sejumlah kerabat dan keluarga dari Pelsus yang berdomisili di Manado. Antara lain, orang tua dari Keluarga Sariowan-Sorongan, Keluarga Menayang-Rembet dan sejumlah keluarga Pelsus lainnya di Kelurahan Ranotana.(ist/mly)

Komentar