TBNK dan Tiga Pejabat Forkopimda Tertunda Disuntik Vaksin, Vaksinasi Covid di Kotamobagu Dimulai

Kotamobagu, KOMENTAR – Program pemberian vaksin Covid-19 di Kota Kotamobagu resmi dimulai, Senin (01/02). Walikota Ir Hj Tatong Bara mencanangkan program tersebut, di Puskesmas Motoboi Kecil. “Vaksin buatan Sinovac ini aman dan halal untuk digunakan. Masyarakat tidak perlu takut, karena vaksin ini sudah melalui uji klinis yang ketat,” katanya.

Hanya saja, baik Walikota Tatong Bara maupun Wakil Walikota (Wawali) Nayodo Koerniawan SH untuk bisa menerima suntikan vaksin kemarin, masih harus ditunda. Selain TBNK –sebutan populis buat keduanya, ada juga beberapa pejabat Forkopimda bernasib sama: tertunda disuntik vaksin.

Antara lain Ketua DPRD Kotamobagu Meiddy Makalalag ST, Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK, dan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu Andri Supari SH MH. Pun dari internal Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, juga ada yang tidak lulus skrining. Mulai dari Sekretaris Kota (Sekkot) Ir Hi Sande Dodo MT, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Aljufri Ngandu SPd, serta Camat Kotamobagu Timur Usmar Mamonto SPd.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu Hadiyanto SH, tampil sebagai orang pertama yang penerima suntikan vaksin. Disusul Asisten II Pemkot Kotamobagu Hj Sitti Rafiqah Bora SE, Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Raja Gunung Nasution, serta sejumlah tenaga kesehatan (nakes).

Adapun penyebab belum bisa disuntikkannya vaksin kepada TBNK serta beberapa figur lainnya, karena tekanan darah mereka rata-rata dinyatakan belum normal. Nayodo sempat mencoba mengecek kedua kali tensi darahnya. Ternyata sudah normal. Namun, ia pada akhirnya urung disuntik lantaran kandungan gula dalam darahnya, diketahui melebihi batas normal.

Sedangkan Walikota Tatong Bara tetap memastikan, dirinya selalu siap untuk divaksin. “Saya tetap siap dan wajib divaksin, sebab ini untuk kepentingan saya. Terutama, kepentingan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Saya bahkan hari ini sampai menggunakan pakaian yang sesuai, agar memudahkan dalam proses penyuntikan vaksin,” tandasnya.

“Kalau beberapa jam ke depan atau nanti sore sudah memungkinkan, artinya tensi darah saya sudah normal kembali, saya akan balik lagi ke sini (Puskesmas Motoboi Kecil) untuk menerima disuntik vaksin,” cetus Tatong.

Seperti diketahui, Kota Kotamobagu mendapat jatah 2.800 vial vaksin merek Sinovac, untuk digunakan pada vaksinasi tahap pertama. Sesuai rencana Dinas Kesehatan (Dinkes), sebanyak 1.375 tenaga kesehatan (nakes) menjadi target awal penerima vaksin. Setelah penyuntikan pertama, maka pemberian vaksin selanjutnya dijadwalkan pada 15 Februari mendatang.(cop)

Komentar