oleh

Potensi Wisata di Minut Mulai Diinventarisasi

Airmadidi, KOMENTAR – Dalam rangka penyusunan master plan pengembangan pariwisata Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Dinas Pariwisata (Dispar) pada 2021 ini akan memprogramkan inventarisasi potensi wisata. Hal ini disampaikan Kadispar Minut, Audy Sambul, Kamis (04/02).

“Sejak Januari lalu, kami sudah memulai program kami di tahun 2021 ini, yaitu untuk inventarisasi semua potensi pariwisata yang ada di Minut. Salah satu potensi wisata yang baru adalah air terjun Masongsor di Desa Waleo, Kecamatan Wori,” ungkap Sambul didampingi Sekretaris Sry Hesti Hebber.

Setelah menyelesaikan inventarisasi potensi wisata, maka pihaknya lanjut Sambut akan menyusun profil destinasi wisata yang baru. Dimana potensi yang dimiliki Minut menurut Kadis adalah destinasi wisata di atas tanah dan bawah air. “Selanjutnya akan disusun master plan pengembangan pariwisata Minut, yang selalu diminta pemerintah pusat. Untuk kemudian akan dibuat menjadi Rencana Umum Pariwisata Daerah (Ruparkab) dan Rencana Induk Pariwisata Objek (RIPO),” papar Kadis.

Untuk agenda Dispar dalam waktu dekat, menurut Sambul adalah penetapan 30 desa yang diusulkan sebagai desa wisata. “Nantinya penetapan desa wisata ini akan ditandatangani bupati baru. Saat ini Minut baru memiliki enam desa wisata yaitu Bahoi, Wineru, Marinsouw, Pulisan, Sawangan dan Kema,” jelasnya.

Untuk menjadi desa wisata, salah satu syaratnya adalah harus ada peran serta masyarakat dan pemerintah desa. “Kemudian dalam satu desa minimal memiliki dua objek wisata. Juga desa-desa ini memiliki kelompok sadar wisata,” imbuhnya.

Ditamabahkan Kadis, dalam tahun ini pihaknya juga akan melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha kecil di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Likupang. “Dengan langkah ini, diharapkan nantinya masyarakat sekitar KEK tidak hanya jadi penonton saja. Tetapi juga bisa menerika multiplayer effect dari KEK,” pungkas Sambul.(vic)

Komentar