Temui Danrem, Bupati E2L Bahas Program TMMD

Melonguane, KOMENTAR – Bupati Kepulauan Talaud dr Elly Engelbert Lasut (E2L) berkunjung ke Markas Komando Resor Militer (Korem) 131/Santiago, di Manado, Kamis (18/2). Kunjungan ini membahas kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa ke 110 yang akan berlangsung di Kepulauan Talaud. Bupati E2L bersama Ketua DPRD Talaud, Jakop Mangole, dan Dandim 1312 Letkol Czi Irwan Guptarochman NST secara langsung bertemu dengan Danrem Brigjen TNI Prince Meyer Putong membahas program tersebut.

“Pemkab Talaud akan menjalin sinergitas dengan TNI untuk program TMMD,” ungkap Bupati E2L usai pertemuan. Menurutnya, TMMD adalah salah satu wujud operasi bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral dan dilaksanakan secara terintegrasi antara Pemerintah Daerah, TNI, dan masyarakat. Di mana sasarannya sangat substansial yakni meningkatkan pembangunan di daerah pedesaan khususnya yang tergolong tertinggal.

“Program TMMD ini akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Terutama terutama dalam pembangunan akses jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya,” ucapnya. “Selain program TMMD ini juga dapat menjadi kebangaan bagi masyarakat di Bumi Porodisa dalam hal pembangunan infrastruktur yang dapat menumbuhkan perekonomian bagi masyarakat,” ucapnya. Sementara itu, Danrem 131/ Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong menyambut baik dan memberi apresiasi terhadap Pemkab Talaud.

“Terima kasih buat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud terlebih pak Bupati Elly Lasut yang sudah bekerjasama dengan Korem 131/Santiago melalui Kodim 1312/Talaud,” sebut Putong. Ia mengatakan, bahwa program pembangunan terpadu TMMD di daerah perbatasan NKRI ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga ia berharap mendapat dukungan dari semua pihak di daerah. “Karena hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah bahwa negara kita sebagai pintu masuk, maka perlu meningkatkan pembangunan di daerah dari segi infrastruktur maupun SDM,” tandasnya.

Sekedar informasi alokasi anggaran dalam program TMMD ke-110 ini sebesar Rp 3,5 miliar. Anggaran dialokasikan untuk pembangunan fisik berupa jalan, jembatan dan lain-lain. Serta sosialisasi kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Sedangkan sentral pembangunannya di wilayah Desa Mala, Kecamatan Melonguane.(vil)

Komentar