oleh

Disaksikan Forkopimda, PT MSM/TTN-Penambang Capai Kesepakatan

-Minut-19 views

Airmadidi, KOMENTAR – Kisruh antara penambang di Tatelu dan Talawaan dengan PT MSM/TTN akhirnya mencapai titik temu dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama yang disaksikan oleh Forkopimda Minahasa Utara (Minut) di Mapolres Minut, Senin (22/02).

Dalam pertemuan tersebut, disepakati tujuh poin terkait kegiatan pertambangan, yang turut ditandatangani oleh Forkopimda dan pihak terkait. Yaitu, eksplorasi yang dilaksanakan oleh PT.MSM/TTN tidak mengganggu wilayah pertambangan rakyat. Jika ada kejadian teknis yang terjadi pada saat eksplorasi maka masyarakat/penambang/ pemilik lahan dapat mengkomunikasikan dengan pihak PT.MSM/TTN. Sehingga PT.MSM/TTN akan memberikan penggantian sesuai kejadian teknis tersebut.

Selanjutnya disepakati juga bahwa tidak ada tekanan dari pihak manapun terhadap pemilik lahan yang akan menjual tanah kepada pihak PT.MSM/TTN. Pihak penambang harus memperpanjang izin Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Kemudian pihak penambang yang memiliki izin WPR tidak diperbolehkan untuk memasuki wilayah kontrak karya PT.MSM/TTN, demikian pula sebaliknya. Untuk kedalaman penambang, PT.MSM/TTN tidak dibatasi, sedangkan WPR diberikan kewenangan hanya 100 meter sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Selanjutnya akan dilakukan proses hukum, sesuai ketentuan yang berlaku, jika penambang yang dilakukan oleh WPR dan PT.MSM/TTN menyebabkan pencemaran lingkungan bagi masyarakat.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Kapolres Minut AKBP Grace K. D. Rahakbau, S.I.K, M.Si, Dandim 1310 Bitung Letkol Inf Benny Lesmana,SE, Plh Bupati Minut Ir. Jemmy Kuhu, Ketua DPRD Denny Kamlon Lolong, S.Sos, Direktur PT. MSM/TTN David  Sompie, Ketua Koperasi Batu Emas Tatelu  Henry Walukow, Camat Dimembe   Ansye Dengah S.Sos, Plt Kadis Lingkungan Hidup Minut, perwakilan Dinas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulut dan Dinas Lingkungan Hidup Sulut serta beberapa anggota DPRD Minut.

Sebelumnya penambang di Desa Dimembe dan Talawaan menggelar demo beberapa waktu lalu. Mereka menolak kegiatan eksplorasi PT MSM/TTN karena dikhawatirkan akan mengganggu kegiatan penambangan rakyat yang sudah berjalan. Sebab kegiatan pertambangan saat ini menjadi mata pencaharian masyarakat yang membawa dampak pada berputarnya roda perekonomian warga sekitar.(vic)

Komentar