oleh

Jadi Paroki ke-73 di Keuskupan Manado, Uskup Untu Resmikan Paroki Santa Teresa dari Kalkuta GPI

Manado, KOMENTAR – Kerinduan umat katolik Stasi Santa Teresa dari Kalkuta Griya Paniki Indah (GPI), Manado untuk menjadi paroki, terealisasi pada Minggu (21/02). Peresmian paroki ini dilakukan oleh Uskup Keuskupan Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC melalui Perayaan Ekaristi Minggu I Pra-Paskah dan diikuti dengan penandatanganan prasasti.

Mendampingi Uskup memimpin misa, Pastor Paroki Yesus Gembala Baik, yang merupakan paroki induk, Aloysius Wilar Pr, Pastor Paroki Santa Teresa dari Kalkuta, Petrus Tinangon Pr dan Frater Diakon Stefanus Micky Koyongian.

Usai homili dibacakan Surat Keputusan Uskup Keuskupan Manado No. 17/U/SK/II/2021 tentang penetapan paroki baru, yaitu Paroki Santa Teresa dari Kalkuta GPI dan Surat Keputusan Uskup Keuskupan Manado No. 19/U/SK/II/2021 tentang penunjukan dan pengangkatan pastor paroki Santa Teresa dari Kalkuta. SK tersebut kemudian diserahkan kepada Pastor Paroki Petrus Tinangon, Ketua Dewan Paroki Santa Teresa, Rommy Humokor dan kepada Ketua Dewan Paroki Yesus Gembala Baik.

Uskup Untu menyampaikan terima kasih kepada pastor dan dewan paroki Yesus Gembala Baik serta seluruh umat yang telah berhasil mewujudkan paroki Santa Teresa dari Kalkuta.

“Selamat dan proficiat kepada umat paroki Santa Teresa dari Kalkuta, tentu dalam kebersamaan dengan paroki yang memekarkannya. Terima kasih kepada Pastor Paroki Yesus Gembala Baik yang belum lama di sini, sudah memekarkan paroki yang baru. Terima kasih kepada Dewan Paroki Yesus Gembala Baik. Dan selamat kepada Pastor Petrus Tinangon yang melanjutkan estafet kepemimpinan ini di paroki yang baru,” kata Uskup Untu.

Uskup Untu menyampaikan, Stasi Santa Teresa dari Kalkuta sebenarnya sudah layak dimekarkan sejak tahun 2020. Namun ada satu kendala yakni sertipikat. “Tapi untunglah, bapak Wolf Sumesei sudah menyelesaikan pengurusan sertipikat tahun lalu. Ada tiga sertipikat yang diserahkan. Sehingga semua persyaratan sudah terpenuhi,” ujar Uskup.

Uskup Untu pun menaruh harapan kepada pastor Petrus Tinangon yang menjadi pastor paroki Santa Teresa dari Kalkuta. Sebelumnya, pastor Tinangon merupakan pastor Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon yang menurut Uskup Untu merupakan paroki terbesar di Keuskupan Manado dengan 52 Wilayah Rohani.

“Sekarang pastor Petrus Tinangon melanjutkan penggembalaan di paroki Santa Teresa dari Kalkuta. Pengalaman memimpin di paroki terbesar kiranya menjadi pengalaman yang sangat berarti di paroki yang baru,” lanjut Uksup Untu.

Pastor Aloysius Wilar mengungkapkan kebanggannya bisa bersama-sama umat stasi GPI yang sekarang resmi menjadi paroki Santa Teresa dari Kalkuta selama satu tahun empat bulan. “Saya bersama dengan umat, pimpinan, ketua stasi telah melayani dan berusaha memberikan yang terbaik bagi umat yang ada di stasi ini. Misa pertama saya di sini tanggal 13″ Oktober 2019 dan terakhir minggu lalu (14 Februari, red) dan terakhir sekali hari ini,” kata pastor Wilar. “Terima kasih kepada Bapa Uskup yang telah hadir bersama kita dan meresmikan paroki Santa Teresa dari Kalkuta ini,” tambahnya.

Pastor Petrus Tinangon Pr pertama menyampaikan terima kasih kepada Tuhan, Uskup dan pastor Paroki Yesus Gembala Baik serta seluruh umat.

“Pada kesempatan ini, izinkan saya mengucapakan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas penyelenggaraan Dialah maka kita boleh mengadakan acara ini, pemekaran paroki yang baru, paroki Santa Teresa dari Kalkuta. Kedua kepada uskup yang telah meresmikan pembentukan paroki yang baru ini dan mempercayakan kepada saya untuk bersama dengan umat sekalian, mengembangkan paroki ini. Terima kasih banyak kepada uskup,” kata Pastor Tinangon.

“Kepada pastor paroki YGB, terima kasih juga atas segala usaha, kerja yang telah mempersiapkan paroki ini menjadi paroki mandiri. Atas nama umat, kalau boleh saya boleh mengatasnamakan seluruh umat, mengucapkan terima kasih banyak,” katanya seraya menambahkan, bersama dengan umat akan mengembangkan paroki yang baru ini.

Paroki Santa Teresa dari Kalkuta sebelumnya merupakan stasi di paroki Yesus Gembala Baik Paniki Bawah, Mapanget, Manado. Stasi Santa Teresa dari Kalkuta diresmikan pada 6 April 2018 bersamaan dengan gedung gereja, oleh Uskup Untu. Gedung gereja dibangun mulai tahun 2016 dengan peletakan batu pertama oleh Uskup Mgr Josef Suwatan MSC pada 13 Maret 2016.

Paroki Santa Teresa dari Kalkuta memiliki 12 wilayah rohani di pusat paroki dan dua stasi, yaitu Stasi Santo Petrus Mapanget Barat dan Stasi Santo Carolus Boromeus Kima Atas. Stasi Santo Perus memiliki tiga wilayah rohani dan stasi Santo Carolus Boromeus memiliki dua wilayah rohani.(jou)

Komentar