oleh

Bupati E2L: Peserta Seleksi JPTP Harus Punya Kebaikan, Ketulusan dan Kejujuran

Talaud, KOMENTAR- Peserta seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kepulauan Talaud masuk tahap wawancara, Rabu (10/1). Dalam hal ini, Bupati Kepulauan Talaud dr Elly Engelbert Lasut (E2L) mengingatkan bagi semua peserta, untuk meningkatkan kebaikan, ketulusan dan kejujuran selama seleksi berlangsung.

“Kunci untuk menembus semua proses-proses seleksi harus mempunyai kebaikan, ketulusan dan kejujuran,”ungkap E2L didampingi Wakil Bupati Moktar Arunde Parapaga (MAP).

Dikatakan E2L, apa yang menjadi isi dari pikiran saudara, ditambah dengan ketulusan dan niat baik, hasilnya pasti akan lebih optimal.

“Yang kita lihat dalam seleksi itu niat baiknya, kejujurannya dan ketulusannya.  Semua sifatnya universal pasti itulah yang kemudian akan kita utamakan. Sehingga bisa mendapatkan hasil yang optimal,”jelasnya.

Menurut orang nomor satu di Bumi Porodisa mengatakan, pemerintah terus berkomitmen untuk mewujudkan visi misi dan menciptakan pemerintahan yang berkualitas.

“Jadi selama seleksi jangan gagal. Karena kita tahu apa yang menjadi inti dan senjata dalam menerobos semua kesulitan yang ada,”tuturnya.

Maka dari itu, ia mengungkapkan bahwa, semua peserta harus memiliki ketrampilan skill individu, profesionalisme, kreatifitas, inovatif dan memiliki ide dan gagasan yang brilian.

“Tapi yang diasa bukan sekedar skill individu, tapi mempunyai pengalaman. Ini juga akan memikat tim seleksi dan akan mempengaruhi mereka, karena yang mampu mengikat dan menaklukan mereka harus seimbang, antara intelektual quotient, emosional quotient dan spritual quotient,”jelas E2L.

Sementara, Sekertaris Daerah Kepulauan Talaud Yohanis Kamagi melihat bahwa semua peserta sangat antusias mengikuti seleksi.

Pada prinsipnya, ketika mereka sudah lolos secara administratif dan tahap dua lolos assesment, ditahap tiga ini saya yakin mereka semua sudah siap mengikuti seleksi.

“Bahkan beberapa yang sudah kami presentasi para peserta terlihat siap untuk mengikuti seleksi,”tukas Kamagi yang juga merupakan salah satu tim penguji JPTP.

Ia menambahkan, untuk materi yang diuji adalah makalah yang ditulis dari para peserta. Akan tetapi pada prinsipnya, dia tidak terpaku pada makalah tersebut. Bisa pertanyaan umum, bahkan pertanyaan bersifat spesifik.

“Umum itu bisa terkait isu-isu yang berkembang saat ini. Spesifik yaitu perkembangan yang ada di Kepulauan Talaud seperti regulasi, aturan, undang-undang dan sebagainya,”sebutnya.

Kamagi juga menambahkan, untuk tiga nama terbaik akan direkomendasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Pada prinsipnya KASN akan menjawab tiga nama yang lolos. Namun dikembalikan kepada Bupati untuk memilih ketiga nama tersebut secara profesional,”tambahnya.

Ketua Panitia Seleksi JPTP Jantje Tinangon mengatakan, sebagaimana apa yang disampaikan Bupati terkait like or dislike, untuk itu peserta dituntut harus profesional dikemudian hari.

“Sehingga Bupati berharap dalam pelaksanaan tugas kedepan, mereka yang terpilih dilantik untuk tidak bermain politik. Sehingga Kalau bermain politik pasti sudah tidak ada sinkron.

Seleksi terbuka saat ini juga dilamar 39 peserta. Dan untuk jabatan yang akan diisi hanya 13 perangkat daerah.

Sementara dalam mekanisme open bidding tersebut terdiri dari empat unsur penilaian. Assessment dengan penilaian 25 persen, rekam jejak 20 persen, penulisan karya ilmiah 20 persen dan wawancara 35 persen.

“Untuk itu, penilaian ini harus benar-benar diperhatikan, bukan sekedar mengikuti tetapi menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

“Sedangkan jumlah tim seleksi ada empat orang yang berasal dari luar Talaud dan seorang lagi dari daerah yaitu pak Sekda. Dengan dipastikan dalam proses penilaian ini benar benar dilaksanakan secara independent,”pungkasnya.(vil)

Komentar