oleh

Talaud Bakal Miliki Tiga Bandar Udara

Talaud, KOMENTAR – Bupati Kepulauan Talaud, dr Elly Engelbert Lasut (E2L) dan Wakil Bupati, Moktar Arunde Parapaga berkomitmen terus membangun dan mensejahterakan masyarakat menjadi hal prioritas.

Selain, pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi akan terus dipacu. Dikatakan E2L, isu pembangunan strategis itu yaitu, bakal ada tiga Bandar Udara di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Menurut E2L, pembangunan Bandara di Marampit sudah disetujui oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Tinggal menunggu pembangunannya,” ujarnya. “Ini termasuk akan menjadi kawasan yang terlihat aneh tapi nyata. Di mana satu kabupaten memiliki tiga bandar udara sekaligus,”ungkap E2L saat sambutan Musrenbang Kabupaten Tahun 2021 dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2022, di aula Kantor Bappelitbang Talaud, Kamis, (25/3).

Lebih lanjut ia mengatakan, langkah ini diambil untuk menjadikan Kepulauan talaud sebagai pintu gerbang kawasan bisnis Indonesia Timur.

“Sehingga konsep pembangunan bandara Miangas, Marampit dan Melonguane, tidak hanya fokus dengan KEK perbatasan air, tapi harus dengan KEK perbatasan udara,” tuturnya.

Sehingga kata dia, semuanya dapat mendorong semua pemangku kepentingan untuk memikirkan pembangunan fasilitas-fasilitas untuk perlintasan darat, air dan udara.

“Langkah-langkah pembangunan KEK ini menghabiskan dana sekitar Rp 5-6 triliun. Untuk itu kita harus bersabar dan tetap konsisten, bahwa setiap moment musyawarah harus kita kaitkan dengan rencana-rencana besar,” sebutnya.

Menurutnya, komitmen untuk membangun Bumi Porodisa semakin diberkati. Buktinya, lewat terobosan dan langkah nyata, pembangunan ber-keadilan menjadi prioritas saat ini.

“Pembangunan ini juga menjadikan investasi kedepan. Musrenbang kali ini kita harapkan agar mampu memberikan dukungan. dan berharap rencana langkah-langkah kita untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus Perbatasan bisa terealisasikan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa, sudah ada persetujuan dan dukungan moril yang kuat dari Badan Nasional Perbatasan. Ketika kita melakukan rapat, ada sekitar 18 Kementerian yang hadir mendengarkan paparan dari Pemkab Talaud.

“Dan itu semua sudah saya paparkan di depan sekretariat presiden yang dipimpin langsung oleh deputi KSP. Nantinya ada sekitar 30 kementerian yang akan hadir di kepulauan talaud. Untuk merapatkan membicarakan terkait Kawasan Ekonomi Khusus yang ada di Talaud,” tambahnya.

Sehingga, E2L mengingatkan bagi semua pihak terkait, untuk tidak lupa isi dari materi musrenbang karena itu harus berkaitan dengan KEK.

“Dalam waktu dekat, setelah rapat dengan pihak KSP dan Kementerian terkait, saya sudah diundang oleh DPR-RI dipimpin oleh Rahmat Gobel selaku penanggung jawab sekaligus ketua pembangunan daerah perbatasan Indonesia.

“Di mana mereka hanya ingin mendengar paparan ini, untuk disampaikan di DPR-RI di depan badan anggaran, tim ahli, anggota DPR RI dan Kementerian,” pungkasnya. Sembari berharap semua rencana besar kedepan ini dapat direalisasikan.(vil)

Komentar