oleh

Kapolres Bolmong Pimpin Operasi Penertiban PETI di Mopugad

Manado, KOMENTAR – Pasca digelar apel pasukan penanganan dan razia Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilaksanakan Polda Sulut, kini seluruh jajaran Polres melakukan operasi di sejumlah lokasi yang diduga kuat melakukan aktifitas PETI. Salah satu wilayah yang memiliki sejumlah lokasi PETI adalah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Menindaklanjuti perintah Kapolda Sulut, Irjen Pol Nana Sudjana, Polres Bolmong yang dipimpin AKBP Nova Surentu, langsung bergerak melakukan operasi di salah satu lokasi PETI di areal perkebunan Desa Mopugad Kecamatan Dumoga Utara, Jumat (23/04) pekan lalu.

Operasi yang melibatkan 80 personel gabungan dari berbagai kesatuan yaitu BKO Polda Sulut, personel Polres, Brimob, TNI, Pol PP dan Balai Taman Nasional Nani Wartabone. Sebelum melaksanakan operasi PETI yang berada di dalam kawasan Taman Nasional ini, seluruh personel mendapat arahan dari Kapolres yang memimpin langsung jalannya operasi.

Personel juga mengadakan pertemuan singkat dengan Sangadi dan tokoh masyarakat setempat, guna mendapat dukungan dan pendampingan dalam operasi yang dimaksud. Tim kemudian bergerak ke lokasi yang dimaksud, dan mendapatkan 2 lubang galian dan beberapa warga yang berada disana, namun tidak tampak aktifitas penambangan. Diduga kuat, informasi akan dilakukan operasi tersebut telah diketahui alias bocor ke telinga para bos PETI.

Kapolres bersama tim kemudian memberikan imbauan agar tidak lagi melakukan penambangan di areal Taman Nasional. “Hari ini kita melaksanakan penertiban PETI sebagai tindak lanjut dari Surat Perintah Bapak Kapolda Sulut. Dalam penertiban ini, kita mengimbau dan mengajak masyarakat agar tidak lagi melakukan penambangan di kawasan Taman Nasional atau kawasan yang dilarang oleh Undang-Undang,” tegas Kapolres.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada aparat gabungan yang sudah melaksanakan tugas bersama, dan kepada masyarakat yang patuh dan taat pada aturan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan jajaran Polda Sulut melakukan penertiban aktifitas PETI. “Polda Sulut bersama TNI dan stakeholder terkait telah berkomitmen dan sepakat melakukan penertiban. Dimulainya penertiban, kita laksanakan apel pasukan. Siapa pun yang melakukan aktifitas penambangan melanggar Undang-undang, kita tindak tegas,” pungkasnya.

Diketahui, keseriusan aparat kepolisian untuk menindak tegas aktifitas PETI di wilayah Sulawasi Utara kembali ditunjukkan. Upaya yang dibangun Polda Sulut dibawah kepemimpinan Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana, dibuktikan melalui apel gelar pasukan penanganan dan razia PETI yang dilaksanakan di lapangan apel Mapolda Sulut AKP Bryan Tatontos SIK, Senin (19/04) lalu. Penanganan PETI ini pun kembali berlanjut, setelah sebelumnya mantan Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa, melibas lokasi PETI di wilayah Sulut dan menangkap sejumlah bos PETI.

Apel razia PETI ini turut melibatkan unsur TNI dan stakeholder terkait dalam bidang kehutanan dan lingkungan hidup, yang dipimpin langsung Karo Ops Polda Sulut, Kombes Pol Desman Sujaya Tarigan. Sebelumnya Polda Sulut bersama stake holder terkait telah menggelar rapat koordinasi, membahas upaya penertiban PETI yang berada di dalam kawasan hutan lindung dan taman nasional.
“Dalam rapat ini yang kita prioritaskan adalah lingkungan hidup, karena ini berkaitan dengan taman nasional dan hutan kita. Kita sudah menetapkan pemetaan, mana lokasi-lokasi yang masuk kawasan hutan lindung dan taman nasional, sehingga kita sudah menandainya,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, kepolisian dan seluruh stakeholder terkait berkomitmen untuk tidak membackup persoalan PETI ini. “Kita sudah berkomitmen, anggota-anggota kita tidak ada yang menjadi ‘backing’ di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan, penertiban ini sebagai upaya untuk membangun kesadaran kepada masyarakat agar tidak melakukan penambangan dengan cara yang tidak baik dan merusak lingkungan. “Di tengah pandemi ini kita sadari orang ingin mencari pekerjaan, namun jangan sampai merusak lingkungan. Dan kita sudah melakukan upaya penindakan, penindakan sudah jalan. Kami sudah menangkap pelaku-pelaku beberapa waktu lalu, contoh di Mitra ada 6 tersangka sudah kita tahan bersama barang bukti dan 3 diantaranya sudah tahap P21 ke Pengadilan,” bebernya.(oby)

Komentar