oleh

Genjot Kawasan Ekonomi Perbatasan, Bupati E2L Diskusi Bersama Tim

Talaud, KOMENTAR. Bupati Kepulauan Talaud, dr Elly Engelbert Lasut (E2L) memimpin rapat terpadu Focus Group Discussion (FGD), terkait percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Perbatasan, di Aula Bapelitbang, Selasa (11/5).

Rapat tersebut diikuti langsung oleh Sekretaris Daerah Yohanis Kamagi, Staf Khusus Percepatan Pembangunan Kemasyarakatan dan Pemerintahan, Akademisi , Staf Ahli, Camat dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Pemerintah Daerah Kabupaten Talaud.

Bupati E2L mengatakan, dalam rangka mempercepat pengembangan pembangunan Kawasan Ekonomi Perbatasan, kita membentuk kelompok untuk berdiskusi bersama.

“Jadi yang kita bahas bersama soal regulasi lintas batas, karantina, bea cukai, imigrasi, perdagangan dan lain sebagainya,”ujar E2L.

Untuk itu, menurut E2L maka dibentuklah kelompok untuk memenuhi dan membahas semua perencanaan, pelaksanaan, merealisasikan dan mengontrol semua langkah-langkah, untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Perbatasan agar  dapat memberikan kontribusi optimal.

“Lewat diskusi ini bisa menghadirkan ide-ide yang briliant. Dan semua yang sudah dibahas dengan sumber daya yang ada, mampu menghadirkan semua regulasi dan regulasi itu harus diperjuangkan,”tutur E2L.

Lanjutnya, KEK perbatasan ini adalah langkah panjang yang perlu diseriusi dan membutuhkan ketelitian.

“Semua infrastruktur yang akan kita bangun harus dibuat master plannya, design dan semua regulasi itu kita buat, kemudian kita perjuangkan lalu kita realisasikan,”imbuhnya.
Bupati E2L menambahkan, langkah ini semakin baik dengan kehadiran investor yang akan membangun sejumlah proyek strategis seperti, pembangunan depot pertamina dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

“Jadi investor juga banyak yang melirik, seperti pembangunan depot pertamina dan pembangunan PLTS sudah dilirik investor swasta,”ucapnya.

Saat ditanya Kepulauan Talaud sebentar lagi akan mendunia Bupati low profil ini menjawab semoga seperti begitu. Karena langkah kita akan mengkoritkan regulasi seperti dokumen tanah, kepemilikan tanah, semua itu harus tidak ada masalah.

“Jika tidak ada masalah semua investor dengan mudah akan datang dengan sendirinya dan saat ini kami fokus terhadap kawasan ekonomi perbatasan,”pungkasnya.(vil)

Komentar