Tekan Angka Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Gubernur Olly Didampingi Wagub Kandouw Tandatangani MoU

Manado, KOMENTAR – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey didampingi Wagub Sulut Steven Kandouw melakukan penandatangan MoU antara Pemprov Sulut dengan Polda Sulut terkait Peningkatan Kapasitas Forum Anak Nyiur Melambai Daerah sebagai Pelopor Pelapor (2P) Tahun 2021, guna menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulut.

Menurut Gubernur Olly, pemerintah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya anak-anak, terlebih di dalam momen Peringatan HAN 2021 di Provinsi Sulut.

Kesempatan itu, Gubernur Olly melakukan pengukuhan Forum Anak Nyiur Melambai Provinsi Sulut Periode 2021-2023 dan pengukuhan Mama Penting (Mama Peduli Stunting) Sulut kepada Ketua TP-PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan. Kegiatan tersebut dihelat di Puncak Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2021 Tingkat Provinsi Sulut yang digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP3AD) Sulut, di Big Fish Restaurant Manado, hari Rabu (04/08).

“Kita harus mempersiapkan anak-anak kita untuk generasi-generasi mendatang. Kita harus siapkan lebih baik, biar mereka lebih siap (untuk melakukan hal-hal yang lebih baik) dari apa yang kita sudah lakukan saat ini. Berilah fasilitas yang lebih baik dari apa yang kita jalani,” ujar Olly.

Gubernur Olly mengucapkan terima kasih kepada Kabupaten/Kota di Sulut yang telah mengikuti acara ini termasuk telah mempersiapkan kegiatan-kegiatan anak di daerah masing-masing dalam rangka HAN 2021.

Sebelumnya, Kepala Dinas P3AD Sulut dr Devi Kartika Kandouw-Tanos MARS melaporkan HAN yang jatuh pada tanggal 23 Juli ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pertama bahwa anak adalah merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa.

“Untuk itu, anak harus memiliki bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, ketrampilan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang sehat cerdas dan ceria serta cinta tanah air,” jelas Kadis P3AD yang juga merupakan Sekretaris TP-PKK Sulut.

“Hari Anak Nasional merupakan wadah atau sarana bagi anak untuk menunjukan bahwa anak indonesia dapat tetap berprestasi, bergembira dan menunjukkan kreatifitas meski di tengah pendemi Covid-19 saat ini,” lanjutnya.

Adapun tema HAN tahun ini yaitu “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, sub-tema “Anak cerdas terliterasi, anak gembira dengan asah asih asuh, anak sehat dan gembira, anak cerdas dan kreatif serta anak tangguh dan kasih sayang”, dengan tagline #AnakPeduliDiMasaPandemi.

Dalam acara digelar beberapa kegiatan menarik, salah satunya Q&A (Question and Answer) yang dibawakan oleh Gubernur Olly, Wagub Kandouw dan Ketua TP-PKK Ibu Rita, baik yang hadir maupun anak anak yang mengikuti secara virtual dengan memberi hadiah menarik dari pihak penyelenggara.

Dilanjutkan dengan Penandatangan Deklarasi Stop Perkawinan Anak di penghujung acara. Acara ini diikuti lewat Virtual Forum Anak di beberapa Kabupaten/Kota. Turut hadir Ketua DWP Sulut Dra Ivonne Silangen-Lombok, Direktur Reskrim Umum Polda Sulut, Kadis Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo dan Karo Kesra Sulut.(ist/mly)

Komentar