oleh

Gelar Webinar, Akademisi Fispol Unsrat Apresiasi Komitmen Senator SBANL

Manado, KOMENTAR –Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mengapresiasi respon Senator Ir Stefanus BAN Liow MAP (SBANL) untuk menjadi narasumber dalam Webinar Urgensi Empat Pilar MPR-RI dan Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN) Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yang diselenggarakan Divisi Riset, Penalaran dan Keilmuan, Himaju Ilmu Pemerintahan, Fispol Unsrat, Kamis (26/8/2021).

Dr Welly Waworundeng Kepala Jurusan Ilmu Pemerintahan Fispol Unsrat mengatakan pihaknya sangat bangga dan mengapresiasi respon Senator SBANL yang bisa memenuhi undangan dan meluangkan waktu untuk menjadi narasumber kegiatan yang prakarsai mahasiswa Fispol Unsrat.
“Kami bangga dengan Senator yang responsif terhadap permintaan masyarakat khususnya kalangan akademisi walaupun di tengah kesibukannya,” kata Waworundeng.

Bahkan kata Waworundeng dalam diskusi, SBANL memaparkan berbagai gagasan-gagasan aktual dan faktual terkait Urgensi Empat Pilar dan PPHN. Hal yang sama juga dinyatakan Ketua Himaju Pemerintahan Fisipol Unsrat Manado Minishia Lesawengan, bahwa Senator SBANL ditengah kesibukannya di Jakarta menyempatkan waktu berdiskusi sekitar 3,5 Jam.

Sementara itu, Dosen Ilmu Politik Fispol Unsrat Dr John Lengkong mengatakan, mahasiswa sebagai regenerasi terdepan pelaku pembangunan bangsa harus terus disegarkan dengan 4 Pilar kebangsaan.
“4 Pilar kebangsaan harus ditanamkan dan disegarkan dalam pemikiran mahasiswa,” kata Lengkong.

Dalam Webinar yang diikuti sekira 200-an peserta itu, Senator SBANL kembali mengingatkan tentang nilai nilai luhur Pancasila dalam kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat, berbagasa dan bernegara.
“Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR RI,
NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Menurut SBANL, sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia sampai terbentuknya NKRI, memang bangsa Indonesia harus melalui berbagai persoalan dan tantangan terutama bagaimana bentuk ideal negara Republik Indonesia. Maka dengan berbagai perdebatan panjang, disepakatilah dasar negara, konstitusi, dan bentuk negara Indonesia.

SBANL juga menguraikan berbagai hal tentang bentuk negara NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Ia menegaskan, NKRI itu sudah final dan harga mati, karena rakyat Indonesia berdiri dari berbagai kebhinekaan. Terkait PPHN, kata Senator SBANL adalah penting dan strategis untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional dan daerah. Senator SBANL secara terbuka mengungkapkan suatu kehormatan, apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan FISIP Unsrat, apalagi boleh berdiskusi dengan Dosen dan Mahasiswa. Pada akhir acara, Dr Welly Waworundeng meminta Anggota DPD RI/MPR RI Ir Stefanus BAN Liow, MAP untuk menjalin kemitraan dalam upaya implimentasi Tri Dharma Perguruan Tinggi (hara)

Komentar