oleh

Peduli Burung Maleo, PLN UPDK Minahasa Berikan TJSL/CSR ke BKSDA Sulut

Manado, KOMENTAR. PLN Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkit (UPDK) Minahasa berkomitmen meningkatkan populasi burung Maleo yang merupakan satwa endemik Sulawesi. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan memberikan bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) atau CSR senilai Rp75 juta kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, , Selasa (31/08) untuk pengembangbiakan satwa yang dilindungi tersebut di Cagar Alam Tangkoko.

Manajer UPDK Minahasa, Andreas Arthur Napitupulu mengatakan, program CSR ini merupakan salah satu bentuk komitmen PLN UPDK Minahasa untuk membangun kualitas kehidupan yang lebih baik bersama dengan pihak yang terkait, utamanya masyarakat dan lingkungan sosial sekitar yang dilakukan terpadu dengan kegiatan usahanya secara berkelanjutan.

“Meningkatkan populasi Burung Maleo merupakan salah satu program keanekaragaman hayati yang telah dilakukan oleh PLN UPDK Minahasa. Program ini sudah dilakukan sejak tahun 2019 akan dilakukan secara berkelanjutan,” kata Andreas saat menyerahkan bantuan TJSL di kantor BKSDA Sulut.

Burung Maleo (Macrocephalon Maleo) adalah satwa endemik Sulawesi dan tidak akan ditemukan di tempat lain di dunia.  Burung ini hanya ada di Pulau Sulawesi dan Populasinya semakin terancam karena maraknya pembukaan lahan di habitatnya berupa kawasan pantai berpasir panas atau pegunungan dengan sumber air panas atau kondisi geotermal tertentu.

“Dengan keunikan yang dimiliki oleh Burung Maleo ini diharapkan tetap menjadi daya tarik wisata Sulawesi Utara sehingga dapat meningkatkan nilai perekonomian pada sektor pariwisata sulawesi utara,” ujar Andreas.

Program CSR pengembangbiakan hayati burung maleo ini menurut Andras dilakukan secata berkelanjutan. Program ini dimulai dari pelepas liaran burung maleo yang sudah dewasa bersama BKSDA Sulawesi Utara pada tahun 2019. Kemudian membangun Hatchery (tempat penetasan telur) pada tahun 2020 di lokasi pantai Rumsung, Bitung. Dan tahun 2021 ini adalah pemberian batuan biaya pengembangbiakan burung maleo kepada BKSDA Provinsi Sulawesi Utara.

“Selanjutnya, PLN UPDK Minahasa akan tetap memberikan dukungan terkait program pengembangbiakan burung maleo tersebut,” katanya.

Pihak BKSDA Sulut sendiri menyambut baik bantuan ini. “CSR ini merupakan kelanjutan dari yang sudah dilakukan sejak tahun 2019 lalu. Dan hingga saat ini, PLN UPDK Minahasa masih berkomitmen untuk melanjutkan program ini dengan memberikan CSR berupa upah tenaga harian mencari telur burung Maleo untuk pengembiakan,” ujar Koordinator Kerja Sama dan Pemanfaatan BKSDA Sulut, Novita yang menerima CSR ini secara simbolis mewakili Kepala BKSDA Sulut.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menemukan orang yang bersedia untuk mencari telur dan membawanya ke tempat yang aman untuk ditetaskan. Ia pun mengatakan, dalam lima tahun ini populasi burung Maleo akan meningkat.(jou)

Komentar