oleh

Manipulasi Data Bansos Kementerian, FMPDM Polisikan Kumtua Mokupa

Tomohon, KOMENTAR – Diduga telah melakukan tindakan manipulasi data, perihal pemberian bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Senin (20/09) siang, sekira pukul 11.00 Wita, Oknum Hukum Tua (Kumtua) Desa Mokupa, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa berinisial RT akhirnya dipolisikan Forum Masyarakat Peduli Desa Mokupa (FMPDM).

Menurut Ketua FMPDM, Ruddy Kaunang, yang dilaporkan ke Polres Tomohon terkait penerima Bansos Kusuka, program bantuan yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Ini merupakan aspirasi dari seluruh masyarakat yang dirugikan. “Memang sudah kesekian kalinya kami melaporkan kelakukan oknum Kumtua desa kami. Sebelumnya yang kami laporkan terkait masalah dugaan tindakan pengelapan tanah. Disinyalir Oknum Kumtua melakukan jual beli tanah bahkan melakukan pembebasan lahan tanpa persetujuan pihak pemilik tanah. Kasus ini sudah dilaporkan sejak September tahun lalu di Polda Sulut. Namun entah kenapa hingga saat ini belum ada titik terang. Kami pihak keluarga masih terus menanyakan kejelasan kasus ini. Dan memohon pihak kepolisian mengusut tuntas masalah ini yang telah merugikan keluarga kami,” paparnya.

Dirinya juga berharap, untuk laporan kedua kali ini, pihak kepolisian dapat bertindak tegas. “Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan warga desa Mokupa dapat ditindak lanjuti dengan serius oleh pihak Polres Tomohon. Pasalnya, dengan adanya permasalahan ini masyarakat Desa Mokupa menjadi resah. Karena ini juga terjadi disaat masa kepemimpinannya yang baru berjalan kurang lebih tiga tahun dari masa periode 2017 sampai dengan 2023,” jelasnya.

Berdasarkan data dan informasi, untuk masalah tanah yang melilit RT sudah lebih dulu dilaporkan. RT diduga kuat telah menerima uang sebesar Rp5,4 Miliar. Sementara untuk bantuan Kusuka yang diduga digelapkan, dari informasi terpercaya menyebut ada belasan data fiktif. Yang diduga juga sengaja disisipkan RT, guna mengambil keuntungan sepihak. Bantuan Kusuka sendiri, diperuntukkan sebagai stimulus modal bagi nelayan, dengan besaran Rp.800.000 dan diterima sebanyak 3 kali dalam setahun.(RK)

 

 

 

Komentar