oleh

Akibat Miras dan Lem Ehabon, Jhosua Aniaya Kekasih

Manado, KOMENTAR -Lelaki berinisial JK alias Jhosua (20), Warga Kelurahan Bailang, Lingkungan lll, Kecamatan Bunaken harus mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada pihak yang berwajib. Pasalnya, JK alias Jhosua yang kesehariannya seorang pengangguran diringkus Tim Paniki Rimbas lll Polresta Manado karena telah melakukan penganiayaan terhadap kekasihnya berinisial MP alias Melias (22) warga Kelurahan Pinaesaan, Lingkungan l, Kecamatan Wenang.

Penangkapan tersebut itu terjadi pada hari Selasa (12/10) sekitar pukul 03.25 wita, di Jalan Sarapung ,tepat di sebelah Gereja Sentrum Manado.

Informasi yang dihimpun sesuai data dan laporan pihak kepolisian kejadian tersebut berawal saat korban mendatangi pacarnya yang sedang menggelar pesta miras dan Lem ehabon bersama teman – temanya, dengan maksud untuk menyuruh pacarnya mengambil pakaian yang berada di rumahnya.

Tiba-tiba pelaku yang sudah dalam pengaruh minuman keras ini tersinggung dengan perkataan korban. Tanpa berpikir panjang pelaku langsung menghampiri korban dan langsung melayangkan pukulan ke arah dagu korban sebanyak satu kali dan mengakibatkan luka robek. Tak terima dengan perbuatan yang dilakukan pelaku, korban kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya kepihak yang berwajib.

Berdasarkan laporan polisi Nomor : Lp/B/1651/X/2021/Spkt/Polresta Manado, Tim Paniki Rimbas lll Polresta Manado langsung merespon laporan dari korban dan langsung menendatangi lokasih kejadian untuk mencari keberadaan pelaku.

Tanpa menunggu waktu lama pelaku yang saat masih berada di tempat kejadian perkara (TKP) langsung diamankan bersama dengan kedua temanya yang sedang pesta miras dan pesta Lem ehabon. Ketiganya digiring kemapolresta Manado guna proses lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Taufiq Arifin SHut SIK, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. ” pelaku bersama dengan temannya sedang pesta miras dan pesta Lem ehabon sudah diamankan, kini pelaku tersebut sedang dalam proses pemeriksaan penyidik. ” Jelas Arifin (Pra)

Komentar