oleh

Manfaatkan FABA, PLN UPDK Minahasa Bantu Pembangunan Gereja

Tomohon, KOMENTAR. Limbah sisa pembakaran batu bara yakni Fly Ash Bottom Ash (FABA) kini tidak lagi termasuk limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun). Untuk itu, PLN memanfaatkan FABA tersebut sebagai bahan untuk membuat batako dan paving. Batako dan Paving tersebut pun kini sudah dimanfaatkan oleh PT. PLN Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkit (UPDK) Minahasa untuk membantu membangun gereja serta fasilitas umum lainnya.

FABA yang digunakan untuk membuat batako dan paving tersebut berasal dari PLTU Amurang. Sebab PLTU Amurang menggunakan batu bara sebagai bahan baku utama untuk membangkitkan listrik.

Manager PLN UPDK Minahasa, Andreas Arthur mengatakan, pihaknya membantu pembangunan Gereja Pantekosta Bukit Zaitun di kelurahan Pangolombian, Tomohon. “Bantuan yang kami berikan berupa batako yang terbuat dari FABA sebanyak 3.000 buah. Selain itu, kami juga memberikan FABA untuk digunakan sebagai bahan mencampur semen yang akan digunakan untuk plester maupun aci,” kata Andreas saat mengunjungi pembangunan gereja bersama Asisten Adminstrasi Umum Kota Tomohon, Boy Mandagi dan Ketua TP PKK Kota Tomohon, Jeand’Arc Karundeng, Senin (11/10).

Dengan menggunakan FABA menurut Andreas makan akan mengurangi penggunaan semen hingga 50 persen. Sehingga biaya pembangunan akan lebih murah.

Pembangunan gereja tersebut saat ini sedang dilakukan, dan ditargetkan akhir Oktober ini sudah selesai. “Kami menargetkan gereja ini selesai dibangun dan bisa diserahkan tepat pada Hari Listrik Nasional pada 27 Oktober 2021 nanti,” ujar Andreas.

Selain membantu pembangunan gereja, PLN UPDK Minahasa juga membantu pembangunan ruang serbaguna Kodim 1302 Minahasa dengan memberikan batako dari FABA serta, membuat jalan menuju ke objek wisata di Amurang menggunakan paving dari FABA.(jou)

Komentar