oleh

PLN UPDK Minahasa Serahkan TJSL Bank Sampah dan Pengembangan UMKM

Tomohon, KOMENTAR. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkit (UPDK) Minahasa menyerahkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL/CSR) untuk masyarakat Kota Tomohon. Penyerahan TJSL berupa bank sampah terpadu serta pengembangan UMKM kripik pisang goroho ini dilaksanakan di PLTP Lahendong, Tomohon, Senin (11/10).

Bantuan diserahkan langsung oleh Manager PLN UPDK Minahasa, Andreas Arthur Napitupulu kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tomohon, Jeand’Arc F. Karundeng yang mewakili Walikota Tomohon. Hadir juga pada penyerahan TJSL ini, manager ULPLTP Lahendong, Aminudin Wahip, Asisten Administrasi Umum Kota Tomohon, Boy Mandagi, Lurah Tondangow, Lurah Pangolombian serta pengurs Pusat Pengembangan Anak (PPA).

Bank Sampah Terpadu bantuan PLN UPDK Minahasa senilai Rp50 juta dibangun di PLTP Lahendong, sedangkan pengembangan UMKM Kripik Pisang Goroho di kelurahan Tondangow dan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan senilai Rp40 juta.

Andreas Arthur mengatakan, pemberian TJSL atau CSR ini merupakan program rutin PLN dan diberikan secara rutin. “Hari ini kami memberikan dua jenis TJSL, yaitu Bank Sampah Terpadu dan Pengembangan UMKM Kripik Pisang Goroho di Pangolombian dan Tondangow,” ujarnya.

Menurutnya, PLN saat ini sudah berubah, di mana TJSL yang diberikan akan memiliki program berkelanjutan. Seperti bank sampah ini, nantinya akan menjadi tempat untuk mengumpulkan dan memilah sampah. Setelah dilakukan pemisahan, sampah tersebut kemudian diberikan kepada pemanfaat atau pengumpul untuk digunakan sesuai dengan kebutuhannya, seperti kompos ataupun makanan ternak.

“Dengan adanya bank sampah terpadu ini diharapkan akan menarik minat warga atau masyarakat untuk mengumpulkan sampah sehingga sampah tersebut bisa ditransaksikan. Sampah organik yang bernilai nantinya akan diberi kompensasi yang layak sehingga akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Andreas seraya menambahkan, program ini merupakan usaha yang baik dan dapat melibatkan seluruh masyarakat termasuk anak sekolah.

Ia pun berharap program ini dapat berkembang dengan baik sehingga ke depannya, sampah dari sini dapat digunakan sebagai co firing di PLTU Amurang. “Jika supply chain dan sustainabilty nya bisa terjaga, maka kami bisa menggunakan sampah untuk sebagai co firing dengan batu bara untuk PLTU Amurang,” jelas Arthur.

Walikota Kota Tomohon, Caroll Senduk menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PLN yang telah memberikan bantuan ini. Hal ini disampaikan Karundeng saat membacakan sambutan walikota. “Pemerintah Kota Tomohon mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada PLN atas bantuan ini. Pemerintah Kota Tomohon memang memiliki program pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Untuk itu, mari terus dukung bersama sebagai bagian dari pengembangan teknologi kerakyatan bagi kesejahteraan masyarakat Kota Tomohon,” ujarnya.

Karundeng sendiri menyampaikan, bantuan TJSL dari PLN UPK Minahasa ini sejalan dengan program TP PKK Kota Tomohon.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena salah satu program dari TP PKK adalah pelestarian lingkungan hidup, di mana kami fokus pada pengelolaan sampah. Sehingga bantuan dari PLN UPDK Minahasa ini sejalan dengan program kami,” katanya.(jou)

Komentar