oleh

Politeknik Negeri Manado Lakukan Pendampingan untuk Kemajuan BUMDes Suwala Desa Liwutung Dua

Manado, KOMENTAR. Politeknik Negeri Manado melalui Program Pengabdian pada Masyarakat beberapa waktu lalu telah melaksanakan program pembinaan dan pendampingan pada BUMDes Suwala Desa Liwutung Dua.

Di mana, melalui program tersebut sebelumnya diawali dengan Pelatihan Pembukuan (Akuntansi) dan Manajerial selanjutnya melalui pendampingan sehingga proses pelaporan keuangan dan manajerial berjalan baik.

Adapun kegiatan pelatihan yang diikuti 15 peserta yang terdiri atas 5 orang pengelola dan 10 orang ibu-ibu PKK tersebut, diharapkan dapat memanfaatkan peluang kebijakan pemerintah untuk membangun BUMDes Suwala yang terdiri atas tiga bidang usaha yaitu Usah Warung, Usaha Simpan Pinjam dan usaha pencetakan batako.

Menurut koordinator kegiatan pelatihan Laurens Ponggohong SE MSi sekaligus sebagai narasumber materi Kewirausahaan/manajerial yang didampingi oleh Djibrael Djawa SE MHotl Manag yang juga membawakan materi Akuntansi/ Pembukuan bahwa sejak berdiri BUMDes Suwala Desa Liwutung Dua, hingga saat ini belum menunjukkan kemajuan yang diharapkan.

Kata Ponggohong, mencermati hal tersebut berdasar observasi awal, maka perlu dilakukan pelatihan maupun pendampingan kepada pengelola BUMDes Suwala.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap ke depan pengelolaan BUMDes Suwala dapat berjalan dengan lebih baik,” kata Ponggohong.

Ditambahkannya lagi, desa merupakan unit terkecil dari negara yang terdekat dengan masyarakat dan secara riil
langsung menyentuh kebutuhan masyarakat untuk disejahterakan.

Pertumbuhan ekonomi desa seringkali dinilai lambat dibandingkan pembangunan
ekonomi perkotaan.

“Jadi, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mendorong gerak ekonomi desa
melalu kewirausahaan desa yang disebut Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Dengan demikian, melalui kewirausahaan desa jadi salah satu strategi dalam pengembangan dan pertumbuhan kesejahteraan masyarakat di desa,” tukasnya.

Adapun keberadaan BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lain untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa (UU Nomor 32 Tahun 2004).

“Jadi, kegiatan kewirausahaan merupakan upaya untuk memutar roda perekonomian desa sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya.

Adapun kegiatan pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Hukum Tua Desa Liwutung Dua Dra Jelly Ratulangi, pada Sabtu 11 September 2021 dari jam 8.30 WITA– 16.00 WITA.

Menurut Kumtua, pemerintah Desa Liwutung Dua menyambut baik, perhatian yang diberikan pihak Politeknik Negeri Manado melalui program pengabdian pada masyarakat.

“Kami berharap ke depan program seperti ini dapat dilanjutkan lagi,” tukas.
Pasalnya, melalui program-program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pihak kampus dalam hal ini Politeknik Negeri Manado, masyarakat Desa Liwutung Dua dapat memperoleh ilmu dan pengetahuan, terlebih khusus dalam pengelolaan BUMDes,” tandasnya.(**)

Komentar