oleh

Anggaran Habis, Bantuan Dana Duka Dihentikan

Tondano, KOMENTAR – Program bantuan dana duka cita di Kabupaten Minahasa kemungkinan dihentikan sementara. Hingga saat ini, pemerintah Kabupaten tidak memiliki anggaran lagi untuk merealisasi bantuan sosial tersebut.
“Anggaran dana duka yang disiapkan untuk tahun 2021 masih di bulan Oktober sudah habis. Padahal tahun 2021 sebelumnya masih ada sisa dengan jumlah uang yang sama, ” ungkap Bupati Royke O Roring.

Bupati menyebut, situasi kasus pandemi covid-19 membuat anggaran dana duka habis. Dimana, hampir setiap hari lebih dari 10 warga meninggal dunia.

“Tanpa mendahului perhitungan, ada sekitar 11 lebih warga meninggal dunia dalam sehari. Artinya bahwa dalam setahun diprediksi sama dengan tahun tahun sebelumnya ada sekitar 3.600 orang meninggal dalam setahun. Tahun ini tanpa mendahului ada sekitar 4ribu lebih warga meninggal dalam setahun. Ini karna pandemi covid-19, ” ujarnya.

Untuk itu, Bupati berharap vaksinasi covid harus dipercepat. “Semua pihak diharapkan mendukung program vaksinasi. Target pemkab pada bulan Desember vaksinasi sudah capai 70 persen, ” ujarnya.

Sementara itu, informasi dari Dinas Sosial (Dinsos) ada puluhan berkas usulan dana duka masih tertahan di Dinas Sosial dan belum bisa dilakukan pencairan kepada ahli waris. “Setiap hari lebih dari 20 berkas usulan dana duka dan belum bisa diproses karna anggaran memang kosong. Tahun 2021 anggaran dana duka yang tertata di APBD kalau tidak salah sekitar 10 miliar lebih,” ungkap Kepala Bidang Sosial, Robert Hutapea di konfirmasi diruang kerjanya.

Ia menandaskan, Pemkab Minahasa tengah mencari solusi membayar dana duka. “Sejak dua minggu lalu sudah kami usulkan tambahan anggaran dan saat ini tinggal menunggu. Mudah-mudahan disetujui sehingga program ini kembali bergulir, ” ujar Hutapea seraya mengakui pengaruh covid-19 membuat usualan dana duka meningkatkan.

Seperti diketahui, tahun 2021 ini, Pemkab Minahasa kembali membantu masyarakat yang mengalami duka cita. Bantuan tersebut dalam bentuk dana duka seperti tahun-tahun sebelumnya sebesar Rp 2,5 juta.(bly)

Komentar