oleh

Dihadiri Senator SBANL dan Gubernur OD, MKP RI Pimpin Apel Siaga PSDKP

Bitung, KOMENTAR – Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) RI, Wahyu Sakti Trenggeno memimpin langsung apel siaga Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Apel siaga bertemakan “Menjaga Laut untuk Ekonomi Biru, Laut Sehat, Indonesia Sejahtera”, yang digelar di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (23/11) dihadiri Anggota Komite II DPD RI Ir. Stefanus BAN Liow, MAP dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE (OD) bersama jajaran Forkopimda Sulut dan Walikota Bitung Ir. Maurits Mantiri, MM.

Dalam sambutannya, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Wahyu Sakti Trenggeno mengatakan, bahwa begitu penting untuk menciptakan laut yang sehat, aman, tangguh dan produktif bagi kesejahteraan bangsa dengan strategi pembangunan ekologi dan ekonomi pada aktifitas yang menetap diruang laut.

Menteri Wahyu juga menyatakan, optimis melalui penangkapan ikan terukur, maka perekonomian di Indonesia akan meningkat, khususnya sektor kelautan dan perikanan. Kebijakan penangkapan ikan terukur akan memiliki multiplier effect bagi pembangunan nasional, selain menopang ketahanan pangan.

Hadir pula sejumlah Pejabat Eselon I dan II Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) menyambut baik kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Berbagai usulan disampaikan OD kepada Wahyu, termasuk perijinan kapal penangkapan ikan dan meminta juga untuk pengoperasi pabrik perikanan di Kota Bitung.

Disela-sela acara apel siapa, Senator SBANL sapaan Anggota DPD RI Dapil Sulut Ir Stefanus BAN Liow, MAP berharap implimentasi program-program kelautan dan perikanan dapat memberikan dampak positif untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.

Senator SBANL mengakui kehadirannya memenuhi undangan dari Sekjen KKP RI Antan Novambar sekaligus juga mewakili Pimpinan Komite II DPD RI.

Program-program seperti ini adalah jugs sebagai perwujudan sinergitas Komite II DPD RI dibawa kepemimpinan Ketua Yorrys Raweyai dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.(rom)

Komentar