oleh

Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI, PLN Berkomitmen Kembangkan EBT di Sulut

Manado, KOMENTAR. Komitmen PLN bersama Komisi VII DPR RI dalam mendukung Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian tindak lanjut  Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021 – 2030.

Upaya dalam mewujudkan target bauran EBT atau renewable energy (RE) di Indonesia terus dipercepat. Hal ini bertujuan untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Dalam RUPTL yang baru ini, pemerintah memperbesar porsi pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi. Langkah ini sekaligus menjawab Paris Agreement dan membuat Indonesia berperan aktif dalam mengurangi emisi karbon.

Komisi VII DPR RI yang diketuai oleh Sugeng Suparwoto bersama rombongan meninjau langsung  ke lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Likupang Sulawesi Utara yang dikelola oleh Vena Energy pada Sabtu (4/12).

Hadir dalam kunjungan tersebut, PT PLN (Persero), Haryanto WS selaku Direktur Bisnis  Regional Jawa, Madura, & Bali, Pemerintah Sulawesi Utara,yang dihadiri  Praseno Hadi selaku Asisten II dari Kementrian ESDM, Dadan Kusdiana selaku Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana selaku Direktur Jenderal Ketenagalistrikan dan Donni Yanuar Purnomosunu selaku Operations Maintenance Manager Vena Energy sebagai pengelola PLTS Likupang.

Pemerintah propinsi Sulut hadir Asisten II Praseno Hadi menyampaikan bagaimana Pemerintah membuka peluang yang sebesar-besarnya agar investasi dapat masuk ke Sulawesi Utara dan berharap program pembangunan infrastruktur kelistrikan terutama EBT dapat memberikan harapan bagi terpenuhinya kebutuhan listrik dan berdampak pada pertumbuhan Sulawesi Utara.

“Harapan kita kunjungan DPR RI Komisi VII khususnya ke Likupang dapat menyerap aspirasi masyarakat. Jangan pernah segan-segan untuk berinvestasi di Sulawesi Utara dan khususnya Likupang yang menjadi salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).” Ujar Hadi.

Pemaparan secara detil terkait PLTS Likupang disampaikan oleh  Manajemen Vena Energy, menjelaskan tentang latar belakang dan program investasi kelistrikan Vena Energy. Donni Yanuar menuturkan bahwa energi listrik saat ini sudah menjadi bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dalam kehidupan setiap hari, serta teknologi kelistrikan juga tidak cepat termakan usia. Untuk itu Vena Energy berinvestasi salah satunya di PLTS Likupang ini.

“Kunjungan ini bertujuan untuk menemukan dan mempelajari dari best practices di lapangan. Komisi VII DPR sangat concern dengan clean and renewable energy. Saat ini kita tahu kita sedang ke arah sana.” terang Sugeng saat tiba di lokasi PLTS Likupang.

Sugeng menambahkan, “Tidak ada alasan. Indonesia harus memiliki energi baru terbarukan yang bersih tentu dan bisa diakses oleh rakyat. Apalagi di tengah komitmen dunia dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon”

Haryanto WS turut hadir dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa saat ini PLN sudah memiliki roadmap yang jelas sebagai bagian program transisi energi thermal menuju EBT.

“Dalam transformasi Green PLN, pengembangan kapasitas EBT akan ditingkatkan dari 8 gigawatt (GW) pada 2021 menjadi 18,6 GW pada 2025 dan meningkat menjadi 28,9 GW pada 2030.” ujar Haryanto.

Menutup pertemuan dalam kunjungan kerja, Sugeng Suparwoto selaku Ketua Komisi VII menyampaikan Energi Baru Terbarukan harus menjadi tiang penyangga energi di Indonesia. Penyediaan energi tidak hanya harus andal tapi juga harus bersih.

Pilar Green dalam Transformasi PLN juga terintegrasi dengan pilar Customer Focused, di mana PLN berusaha memberikan layanan terbaik dan berkualitas dengan pengalaman menggunakan listrik yang tidak hanya bersih tapi juga mudah untuk diakses. Hal ini dimungkinkan dengan aplikasi PLN Mobile yang bisa diunduh gratis dari Play Store dan App Store.(jou)

Komentar