oleh

Kepala BP2MI Sosialisasikan Peluang Kerja Luar Negeri di Universitas Gorontalo

Sulut, KOMENTAR – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) terus bekerja keras tanpa kenal waktu membentuk jejaring seluas-luasnya dengan berbagai elemen masyarakat, demi membangunkan kesadaran ideologis dan keberpihakan publik tentang posisi dan peran strategis Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk negara. Untuk itu, BP2MI selama satu tahun terakhir dengan begitu masifnya turun ke berbagai daerah melakukan sosialisasi.

Demikian disampaikan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, kepada 100 mahasiswa Universitas Gorontalo (UG) dalam acara bertajuk Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri di Auditorium UG, Senin (24/1/2022).

“Sosialisasi ini menjadi bagian untuk mempertanggungjawabkan moral yang dimulai dari perubahan paradigma dan mindset dengan melakukan sedikit operasi kecil atas penyumbatan kesadaran dan persepsi masyarakat terhadap PMI yang masih buruk,” tutur Benny di hadapan Wakil Rektor II UG, Ilyas Lamuda, beserta para mahasiswa.

Benny menjelaskan, terbentuknya persepsi negatif publik tersebut tidak terlepas dari dominasi media yang seolah mengasosiasikan PMI dengan berita-berita duka seperti kekerasan fisik, kekerasan seksual, gaji tidak terbayar, dan pemutusan sepihak hubungan kerja karena bagi media ‘bad news is good news’.
Padahal, sambung Benny, fakta lapangan memperlihatkan para PMI yang menjadi perhatian bias media tersebut mayoritas adalah PMI korban penempatan ilegal.

“Melalui sosialisasi ini diharapkan dapat memotivasi dan meningkatkan animo masyarakat Gorontalo untuk menangkap peluang kerja luar negeri semaksimal mungkin,” ucapnya.

Benny memaparkan, banyak negara yang membuka lowongan pekerjaan resmi dengan gaji yang tinggi. Sebagai contoh, pada periode 2019-2024 Jepang membutuhkan 70.000 PMI, namun hanya diisi 4.000 PMI.

“Ayo tangkap peluang kerja ini. Seperti Kabupaten Talaud di mana saat ini terdapat sekitar 548 warganya yang sedang mengikuti tes bahasa. Apalagi ada fasilitasi pembiayaan untuk modal sebelum bekerja yaitu KTA BNI dengan bunga 11 persen pertahun dan sebentar lagi KUR PMI dengan bunga 6 persen,” seru Benny.

Di luar pemberitaan negatif media, lanjut Benny, sebenarnya telah banyak PMI yang telah mencapai kesuksesan, misalnya Nuryati Solapari, PMI yang berhasil mendapat gelar doktor yang sekarang menjabat sebagai dekan di sebuah perguruan tinggi di Banten sekaligus anggota Bawaslu. Bahkan terdapat PMI purna yang sukses di bisnis restoran, wirausaha industri domestik berskala ekspor, dan bisnis marketplace.

“Kemarin di Makassar saya bertemu 30 dari 8.000 anggota Ikatan Alumni Training (IKAT) Jepang. 90 persen anggotanya merupakan pengusaha,” ungkapnya.
Sementara itu dalam sambutannya, Wakil Rektor II UG, Ilyas Lamuda memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut.

“Selamat datang di Gorontalo. Kami sangat berterima kasih atas kedatangan Bapak Benny Rhamdani, Kepala BP2MI untuk mensosialisasikan peluang kerja luar negeri ini”, kata Ilyas.

Ditemui di tempat penyelenggaraan acara, Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag mengatakan bahwa terkait pelindungan kepada CPMI, PMI dan keluarganya di wilayah provinsi Gorontalo dalam waktu dekat ini ada 3 (tiga) daerah yang akan MoU dengan BP2MI yakni Kota Gorontalo, Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Boalemo. Provinsi Gorontalo memiliki potensi CPMI dengan ketersediaan SDM yang memiliki kemampuan diatas rata-rata.(*/Luc)

Komentar