oleh

RS Dr. J.H Awaloei Diduga Langgar UU Karantina Kesehatan

Manado, KOMENTAR – Rumah Sakit Dr. J.H Awaloei yang berlokasi di Jl. Trans Sulawesi, Tateli Satu, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara diduga langgar UU Karantina Kesehatan. Hal ini sesuai dengan laporan Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (26/01)

Berdasarkan data dan informasi pihak kepolisian, dimana Tim Satgas Covid-19 Provinsi Sulut menemukan adanya pelaksana tes Polymerase Chain Reaction (PCR) oleh pihak eksternal terhadap Warga Negara Asing (WNA) dengan status Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang menjalani karantina /isolasi di Rumah Sakit Lapangan Kitawaya. Pun, pihak tersebut mengaku berasal dari Rumah Sakit Dr. J. H Awaloei. Atas kejadian tersebut bisa berakibatmenimbulkan transmisi virus Covid 19.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Sulut Dokter Steaven Dandel saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. “Makanya Satgas melaporkan ke Polisi supaya ada efek jera dan tidak diulang kembali kejadian seperti itu,” tegas dia, saat dihubungi, awak media, Rabu (26/01) sore.

Terkait laporan itu, lanjut Jubir, Rumah Sakit Lapangan Kitawayakan dikelola oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. “Jadi bagian dari Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara,” ucap Dandel.

Dandel juga berharap pihak Polresta Manado untuk bisa usut tuntas terkait laporan tersebut. “Kepolisian kiranya bisa usut sampai tuntas supaya tidak terjadi kembali peristiwa yang sama,” harap dia.

Selain itu juga Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Sirait saat di temui awak media
di Mapolresta Manado, mengatakan pihaknya harus memeriksa laporan terlebih dahulu., “Saya akan cek laporannya, pastinya akan kami langsung tindak lanjuti,” ujar dia, di Mapolresta Manado,

Sementara itu, Owner Rumah Sakit Dr. J. H Awaloei saat dikonfirmasi melalui whatsapp menuliskan, akan mengeceknya. “Terima kasih. Saya forward ke dir Rumah Sakit, kami tidak tahu soal operasional harian,” ucap dia

Namun, saat media bertandang ke Rumah Sakit Dr. J. H Awaloei bertemu dengan Perempuan Elis dan Anggi, belum bisa memberikan tanggapan terkait dugaan melanggar UU Karantina Kesehatan. “saat ini kami belum bisa memberikan tanggapan soal itu,” ucap Elis di dampingi Anggi. (pra)

Komentar