oleh

26 Hari 4 Korban Alami Pelecehan Sexsual, Para Pelaku Masih Kerabat Dekat

Manado, KOMENTAR – Tindak pidana kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi di Kota Manado sangat mengkhawatirkan. Pasalnya baru 26 hari di tahun 2022, Polres Manado sudah menangani empat kasus pelecehan terhadap anak dibawah umur. Hal itu terungkap dalam kegiatan konferensi pers bersama Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Sirait, Kamis (27/01) sekitar pukul 15:00 Wita yang digelar di halaman Mapolresta Manado. Parahnya lagi, para korban adalah kerabat dekat mereka sendiri, baik anak, keponakan maupun tetangga.

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P.Sirait S.H.,S.I.K membeberkan, pelaku pertama inisial I (39) seorang nelayan warga Kecamatan Tuminting Kota Manado dengan korban berinisial F (13) pelajar kelas 2 SMP dimana korban merupakan anak tiri pelaku.

Pelaku kedua inisial A (55) seorang buruh bangunan asal Desa Pineleng II jaga IV Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa dengan korban P (10), dimana korban adalah anak tetangga di rumahnya.

Pelaku ketiga inisial F (39) seorang teknisi komputer asal Kelurahan Mahawu Lingkungan II Kecamatan Tuminting Kota Manado dengan korban inisial C (8) pelajar Kelas 2 SD, dimana korban adalah keponakan dari pelaku.

Dan pelaku keempat inisial H (39) seorang sopir angkutan umum, domisili Desa Teteli Jaga III Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa dengan korban inisial F (14) siswa kelas 3 SD, dimana korban adalah keponakan pelaku.

“Dari keempat kasus cabul ini terjadi sejak tanggal 1-26 Januari 2022 baik pemerkosaan maupun pelecehan yang dilakukan dengan memegang alat vital korban. Perkara dinaikan ke tahapan penyidikan sehingga dilakukan penahanan terhadap pelaku berdasarkan alat bukti sura Visum et Repertum (VER) sesuai Pasal 184 KUHAP,” ujar Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Sirait.

Sementara itu Kasatreskrim Polresta Manado Kompol Taufiq Arifin menambahkan akan memberikan atensi khusus kepada penanganan kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan anak. “Para pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara atau dengan denda 5 miliar rupiah,” tutup kasat. (Pra)

Komentar