oleh

Alumni SKPP Bawaslu Sulut Deklarasikan JiPP

Manado, KOMENTAR – Alumni Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendeklarasikan Jaringan Pengawas Partisipatif (JiPP).

Deklarasi itu ditandai dengan pelaksanaan launching oleh Anggota Bawaslu Republik Indonesia (RI) Mochammad Afifuddin di Manado, Jumat (04/03) di Grand Witz Hotel.
Pengurus dalam JiPP yang di ketuai Mulyadi Tuhatelu ini berasal dari para alumni SKPP Bawaslu Sulut.
Afifuddin mengatakan jika dirinya tidak pernah mengandaikan jika SKPP akan menjadi seperti saat ini. Karena menurutnya awal menginisiasi SKPP hanya berpikir jika itu merupakan hal sederhana. Namun ternyata sangat penting bagi banyak orang.

“Contohnya saat ini, para alumni SKPP Sulut telah membentuk JiPP. Saya pun bangga atas inisiatif ini. Karena hal ini  menunjukan SKPP memiliki peran penting bagi masyarakat,” kata Afifuddin yang akan segera dilantik sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Dirinya pun berharap, kehadiran KPU dan Bawaslu bisa menjadi penerima manfaat dari SKPP dalam menjalankan tugas. Sedangkan bagi JiPP diharapkan untuk dapat terus memaksimalkan jaringan dan hubungan baik, sehingga tidak ada hal yang menjadi sia-sia.

Sementara Koodinator Divisi Pengawasan dan Hubal Bawaslu Sulut Kenly Poluan mengaku memiliki kebanggaan tersendiri dengan pelaksanaan launching yang dihadiri langsung oleh Afifuddin.
“Pertemuan ini jadi mahal. Satu-satunya deklarasi Jipp yang dihadiri langsung pimpinan bawaslu RI, ” ucap Kenly.
Dikatakannya juga bahwa JiPP telah merencanakan berbagai program kerja jangka panjang. Dan tentunya hal itu akan terus dilakukan oleh Bawaslu Sulut. Bahkan telah meminta kepada jajaran di Kabupaten /Kota agar dapat beraktivitas bersama JiPP.
“Jaringan pengawas partisipatif pemilu yang dideklarasikan ini adalah proyek pengawasan jangka panjang, “ujar Kenly.
Tentunya mantan Ketua Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ini berharap agar JiPP bisa membiaskan energi gerakan pengawasan ke semua unsur masyarakat. Sehingga nantinya dapat membentuk jaringan lebih luas.
Usai launching, dilaksanakan sosialisasi dan diskusi terkait pengawasan partisipatif dalam Pemilu serta Pilkada Serentak tahun 2024. Narasumber dalam diskusi itu Jojo Rohi dari Komite Pemantau Pemilu Indonesia (KIPP), Jeirry Sumampouw selaku Koornas Komite Pemilih Indonesia (TePI) serta Akademisi Unsrat Ferry Liando dan pengiat pemilu nasional Jojo Rohi hadir secara virtual.(bly)

Komentar