oleh

Dana Duka di Minahasa Masih Bermasalah

Tondano, KOMENTAR- Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa kembali membantu masyarakat yang mengalami peristiwa kedukaan lewat dana duka cita. Bantuan tersebut dalam bentuk santunan dana duka senilai Rp 2,5 juta seperti tahun-tahun sebelumnya.
Namun sayangnya, realisasi pencairan dana tersebut masih tersendat. Hingga saat ini banyak warga sebagai penerima bantuan belum menerima realiasasi dana. “Sejak bulan Desember dana duka tidak dapat. Padahal sudah dijanjikan malahan sudah ada surat keterangan kematian namun dana dika cita tidak muncul muncul, ” ujar warga salah satu desa di Kecamatan Tombariri pada harian ini, Senin (21/05). Sejumlah warga lainya juga mengaku heran tidak mendapatkan bantuan dana duka cita padahal mereka masuk kategori warga miskin. “Bagaimana le kang ini orogrma dana duka rupa so nda jelas. Torang miskin ketika ada peristiwa kedukaan justru tidak dapat bantuan, ” ujar seorang warga. Diketahui, setiap keluarga yang berdukacita mendapatkan bantuan dana segar Rp 2,5 juta.
Terkait hal ini, pemkab Minahasa melalui Asisten I Bidang Pemerintahan, Raviva Maringka ketika dikonfirmasi mengatakan, hingga saat ini bantuan dana duka cita memang belum direalisasi. “Menang belum ada pencairan dana duka cita. Memang ada sedikit keterlambatan. Namun, mudah mudahan bulan ini sudah tuntas dan siap disalurkan, ” ujar Maringka.

Ia mengatakan mekanisme penyaluran dana duka saat ini sudah dialihkan ke dinas keuangan dan tidak lagi di dinas sosial. “Tetapi pendataan tetap dari dinas sosial. Untuk pencairan di keuangan, ” ujarnya.
Mekanisme pemberian dana duka di juga berubah.Jika tahun sebelumnya diberikan untuk semua warga yang tertimpah duka, maka tahun ini, polanya berubah yaitu hanya bagi warga yang tercover dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kesejahteraan Sosial.
“Untuk dana duka tidak diijinkan lagi diberikan kepada semua warga melainkan untuk warga yang masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT) kesejahteraan sosial,” ujar Maringka.(bly)

Komentar