oleh

Ketua BSM Bitung : Pemahaman Radikal Bukan Bagian dari Islam

-Bitung-13 Dilihat

KOMENTAR, Manado- Pemahaman radikal yang masing merongrong pola pikir masyarakat Indonesia, membuat pemerintah terus bekerja keras melakukan sosial terkait penolakan terhadap pemahaman-pemahaman yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan. Di Sulawesi Utara sendiri, sejumlah elemen masyarakat menolak yang namanya pemahaman radikal dan intoleran.

Seperti dikatakan Ketua Barisan Solidaritas Muslim (BSM) Kota Bitung, Hi Rinto Pakaya bahwa pemahaman radikan yang mengatasnamakan Islam itu sangat tidak tepat.

“Dalam Islam tidak mengajarkan kekerasan ataupun pembunuhan. Yang melakukan kekerasan itu bukan Islam, karena Islam diajarkan untuk berakhlakul Karimah atau akhlak yang baik kepada sesama manusia,” terangnya.

Rinto menambahkan, di Islam juga bahkan mengajarkan akhlak yang baik kepada orang yang sudah meninggal.

“Saya mengajak kepada seluruh jamaah untuk menolak paham radikal dan teroris, karena pemahaman radikal itu bukan bagian dari Islam dan Islam tidak mengajarkan kekerasan. Saya dan keluarga besar BSM Kota Bitung menolak keras yang namanya pemahaman radikal,” tegasnya.

Rinto juga meminta, jika ada ajaran baru yang kita dapat, marilah kita untuk kembali melihat Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.

“Rasulullah mengajarkan muamalah atau aturan-aturan sesuai dengan syariat Islam adalah, berbuat baik kepada sesama manusia atau sesama ciptaan Tuhan. Kita saling membantu sesama manusia walaupun beda keyakinan,” tutupnya.(***)

Komentar